RPJMD Pemkot Pontianak 2020-2024, Pakar Sosial dan Politik: Perlu Ada Perbaikan

Dosen Iecturerd and Researcher Faculty Of Sosial Science and Political Science Tanjung Pura University Dr. Netty Herawati

RPJMD Pemkot Pontianak 2020-2024, Pakar Sosial dan Politik: Perlu Ada Perbaikan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dr. Netty Herawati.,M.Si berikan penjelasan terkait RPJMD Kota Pontianak 2020-2024. 

RPJMD Pemkot Pontianak 2020-2024, Pakar Sosial dan Politik: Perlu Ada Perbaikan

PONTIANAK - Dosen Iecturerd and Researcher Faculty Of Sosial Science and Political Science Tanjung Pura University Dr. Netty Herawati dipinta untuk mengkritik hasil keputusan Rapat RPJMD Kota Pontianak 2020-2024,  Sabtu (15/6/2019).

Dari hasil Rapat RPJMD Pemkot Pontianak mengusung tiga hal yakni menjadikan Kota Pontianak smart city, pembangunan berwawasan lingkungan dan akan mengembangkan sektor pariwisata.

"Dalam penjabaran visi misi terutama strategi pembangunannya itu kami melihat bahwa gagasannya belum tajam sebab membuat startegi itu harus pengkajiannya lebih dalam, kemudian harus melibatkan masyarakat secara penuh dalam mengenal permasalahan dan pembuatan Perda," ungkap Netty

Kemudian pembangunan yang berwawasan lingkungan Pemkot harus menyediakan lingkungan yang nyaman buat semua penghuni kota, bukan hanya manusia tapi binatang, tumbuhan, kalau mereka diberikan ruang yang baik maka kita bisa hidup harmoni, misalnya kita di pontianak suhunya cukup tinggi harusnya ada pohon pohon dan trotoar untuk pejalan kaki," tambahnya

Baca: Kronologi Ditemukannya Sabu dan Pil Ekstasi Tak Bertuan di Bandara Internasional Supadio

Baca: BMKG Prakirakan Sebagain Wilayah di Ketapang Akan Diguyur Hujan Lokal

Baca: Hasil Ekuador VS Italia Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia U20, Gol Mina Jadi Pembeda

Pontianak sejatinya untuk mengurangi polusi yang panas ini memungkin kan budaya itu belum berkembang, mau jalan kaki tidak ada trotoar mau naik sepeda ndak ada parkirnya selanjutnya ruang publik masih kurang dan harus ditambah," ungkap Netty

Terkait usulan program smart city, Netty juga mengkritiki budaya masyarakat dalam menggunakan fasilitas internet banyak yang belum produktif

"Selanjutnya smart city, smart city kita bukan hanya menyediakan internet yang lancar tapi bagaimana membentuk masyarakat Pontianak menjadi masyarakat informasi, bukan mengunakan ini untuk hal yang konsumtif bermain game, nongkrong di Kafe hampir puluhan jam hanya bergosip  yang tidak ada manfaatnya sama sekali," lirih Netty

Alangkah baiknya  fasilitas ini diarahkan kepada  yang produktif seperti memperluas pasar, edukasi inovasi usaha melalui era digitalisasi ini seperti internet, nantinya saling berbagi informasi keberhasilan dan lainnya, itulah yang manjadi peran penting dalam pembangunan smart city ini, agar masyarakat di Kota Pontianak tidak lagi berfikir bagaimana mencari kerja tapi bagaimana menciptakan lapangan kerja," kata Netty kepada Tribun

Kemudian pengembangan dari sektor Pariwisata Netty juga mengkritik jangan sampai kebalik dalam membuat keputusan jangan sibuk mengembangkan infrastruktur tapi manusianya dulu yang harus dibangun dan disiapkan.

Halaman
12
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved