Presiden Jokowi: Percayakan Pengungkapan Kasus 21-22 Mei Kepada Polri

Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk memercayakan penyelesaian kasus kerusuhan yang terjadi saat aksi massa 21-22 Mei 2019

Presiden Jokowi: Percayakan Pengungkapan Kasus 21-22 Mei Kepada Polri
Siaran langsung streaming net TV
Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi saat Debat Pilpres kelima di The Sultan Hotel, Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (13/04/2019) malam WIB. 

Citizen reporter
‎Bey Machmudin
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media
Sekretariat Presiden RI

Presiden Jokowi: Percayakan Pengungkapan Kasus 21-22 Mei kepada Polri

PONTIANAK - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk memercayakan penyelesaian kasus kerusuhan yang terjadi saat aksi massa 21-22 Mei 2019 lalu kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Saat ini kepolisian berupaya keras untuk secara bersamaan mengungkap dua fokus utama dalam kasus itu.

Hal itu disampaikan Presiden RI di Kota Denpasar, Bali, pada Jumat,( 14 /6/2019, ) saat menanggapi perkembangan terkini mengenai pengungkapan kasus tersebut.

"Berikan waktu terlebih dahulu kepada polisi untuk menyelesaikan yang kasus (rencana) pembunuhannya," ujarnya.

Baca: RPJMD Pemkot Pontianak 2020-2024, Pakar Sosial dan Politik: Perlu Ada Perbaikan

Baca: Kronologi Ditemukannya Sabu dan Pil Ekstasi Tak Bertuan di Bandara Internasional Supadio

Baca: BMKG Prakirakan Sebagain Wilayah di Ketapang Akan Diguyur Hujan Lokal

Pernyataan Presiden tersebut merujuk pada pengungkapan rencana pembunuhan sejumlah tokoh nasional dan seorang direktur eksekutif lembaga survei. Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengembangkan kasus tersebut.

Tak hanya itu, menurutnya, kepolisian saat ini juga berupaya melakukan pengungkapan terkait dengan jatuhnya korban jiwa dalam aksi massa tersebut. Upaya pengungkapan kedua kasus tersebut menurut Presiden dijalankan kepolisian secara bersamaan.

"Kemudian ini juga berjalan paralel nanti kasus yang berkaitan dengan (korban) meninggal yang ada di lokasi-lokasi kerusuhan. Saya kira dua-duanya berjalan paralel," ucapnya.

Kepala Negara berpandangan bahwa apabila dibutuhkan, nantinya, kepolisian juga dapat bekerja sama dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam pengungkapan kasus-kasus tersebut.

"Tidak hanya kepolisian, nanti bisa mengajak Komnas HAM dan lainnya," tandasnya

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved