Wabup Askiman Membuka Gawai Nyelapat Taun Dayak Seberuang di Desa Sekubang

Wakil Bupati Sintang Askiman didampingi Sekda Sintang Yosepha Hasnah menghadiri sekaligus membuka pelaksanaan Gawai Nyelapat Taun Dayak

Wabup Askiman Membuka Gawai Nyelapat Taun Dayak Seberuang di Desa Sekubang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Wakil Bupati Sintang Askiman didampingi Sekda Sintang Yosepha Hasnah menghadiri sekaligus membuka pelaksanaan Gawai Nyelapat Taun Dayak di Desa Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kamis (13/6/2019) kemarin. 

Wabup Askiman Membuka Gawai Nyelapat Taun Dayak Seberuang di Desa Sekubang

SINTANG - Wakil Bupati Sintang Askiman didampingi Sekda Sintang Yosepha Hasnah menghadiri sekaligus membuka pelaksanaan Gawai Nyelapat Taun Dayak di Desa Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kamis (13/6/2019) kemarin.

Selain itu, tampak hadir Sekretaris DAD Sintang Herkulanus Roni, Kasat Pol-PP Sintang Martin Nandung, Camat Sepauk Cing Han, Danramil Sepauk, Kapolsek Sepauk, Ketua DAD Sepauk, tokoh adat, dan para Temenggung.

Wakil Bupati Sintang Askiman dalam sambutan mengatakan bahwa kegiatan gawai Dayak yang dilaksanakan masyarakat Desa Sekubang ini sebagai wujud menjunjung tinggi adat dan dirinya memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

"Saya selalu menyempatkan diri dalam kegiatan tradisi masyarakat Gawai Dayak ini. Pada hari ini saya juga akan ke perbatasan Entikong menuju ke Sabah untuk menindaklanjuti rencana Konferensi Tumenggung Internasional," katanya.

Baca: Daftar 23 Pemain Serbia di UEFA U21 Italia, Diperkuat Penyerang Baru Madrid Seharga Rp 970 Miliar

Baca: HASIL Pilpres KPU dengan Versi Tim Prabowo-Sandiaga Uno Berbeda, Selisih Suara Sah Mencapai 22 Juta

Baca: Tiga Polsek Dapat Bendera Tengkorak dari Kapolres

Menurutnya pelaksanaan Konfrensi Tumenggung Internasional yang pernah dilaksanakan di Kabupaten Sintang telah membuka pemikiran secara internasional sehingga rakyat Dayak telah diberikan keanggotaan tetap di PBB.

"Dan pada tahun depan kita akan mendapatkan penghargaan untuk menyampaikan pidato di PBB dalam rangka pelestarian seni budaya Dayak dan konteks kepentingan masyarakat Dayak secara internasional," jelas Wabup Askiman.

Sementara itu, Ketua Panitia Gawai Nyelapat Taun Yuvensius Aki menjelaskan bahwa kegiatan gawai Dayak ini memang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Bahkan tahun ini memasuki tahun keempat pelaksanaannya.

"Tahun 2019 ini yang keempat kalinya kita selenggarakan Gawai Nyelapat Taun secara bersama-sama di lapangan terbuka mulai tanggal 13 hingga 22 Juni 2019 di lapangan sepakbola Temanang ini," pungkasnya. (hid)

Penulis: Wahidin
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved