Polsek Meranti Fasilitasi Penyelesaian Kasus Perkelahian Secara Adat

Kapolsek Meranti Ipda Yulianus Van Chanel TK SIP didampingi Kanit Reskrim Bripka Ari Ramadhani memfasilitasi penyelesaian kasus penganiayan

Polsek Meranti Fasilitasi Penyelesaian Kasus Perkelahian Secara Adat
TRIBUNPONTIANAK/Alfon Pardosi
Penyelesaian kasus penganiniyaan secara adat yang difasilitasi oleh Polsek Meranti 

Polsek Meranti Fasilitasi Penyelesaian Kasus Perkelahian Secara Adat

LANDAK - Kapolsek Meranti Ipda Yulianus Van Chanel TK SIP didampingi Kanit Reskrim Bripka Ari Ramadhani memfasilitasi penyelesaian kasus penganiayan secara Adat Dayak di Aula Kantor Polsek Meranti pada Kamis (13/6/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Meranti Ambrosius, kedua belah pihak yakni Rian Hendra Pratama dan Anes, serta keluarga kedua belah pihak.

Bripka Ari dalam kegiatan tersebut menjelaskan, hal ini sangat baik guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan sewaktu penyelesaian masalah.

"Diharapkan permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan dengan bijak dan baik," katanya.

Baca: TERPOPULER - Sindikat Kawin Kontrak, Puput Nastiti Devi, hingga Saktiawan Gabung Persib Bandung B

Baca: Kapolres Mempawah Silaturahmi Dengan Tokoh Agama di Ponpes Radiatus Sholihin

Baca: Bripka Guntur Imbau Masyarakat Waspada Curat, Curas dan Curanmor

Dalam mediasi yang dilakukan di ruang tersebut, tercapai suatu kesepakatan antara kedua belah pihak sesuai dengan tuntutan adat istiadat yang berlaku.

Serta kedua belah pihak bersedia menerima hukum adat, dan bersepakat untuk saling memaafkan dan tidak akan mengulangi lagi.

Kapolsek Meranti Ipda Yulianus Van Chanel TK SIP menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pihak yang bersedia menyelesaikan masalah secara kekeluargaan melalui lembaga adat

"Jadi ketika kedua belah pihak telah bersepakat untuk menyelesaikan permasalahannya dengan cara kekeluargaan atau secara adat, maka tugas kami sebagai anggota kepolisian tidak berlarut larut," ucapnya.

Kapolsek juga mengharapkan agar kejadian penganiniyaan jangan terulang kembali.

"Ambil hikmahnya untuk lebih mempererat tali persaudaraan, serta pentingnya sikap toleransi dan keharmonisan. Serta saling menghargai sesama masyarakat," ujar Kapolsek

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved