Pasca 3 Bulan Diresmikan, UMKM Center Masih Sepi Pengunjung

Sehari-harinya tidak ramai, mungkin masyarakat Pontianak sendiri juga masih banyak yang belum tahu, kalaupun tahu mereka segan mau kesini

Pasca 3 Bulan Diresmikan, UMKM Center Masih Sepi Pengunjung
TRIBUNPONTIANAK/Mia Monica
Suasana UMKM Center yang berada di Jalan Sultan Syarif Abdurahman, Kota Pontianak ini terlihat sepi pengunjung, Jumat (14/6). 

Pasca 3 Bulan Diresmikan, UMKM Center Masih Sepi Pengunjung

PONTIANAK - Kalimantan Barat memiliki UMKM Center yang berada di Jalan Sultan Syarif Abdurahman, Kota Pontianak. Operasional gedung yang diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji pada Maret 2019 lalu ini terlihat sepi pengunjung, Jumat (14/6).

Hal tersebut diakui juga oleh Staf Dekranasda yang menjaga UMKM Center, Margi. Menurutnya masih banyak masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Pontianak yang belum mengetahui apa sebenarnya UMKM Center ini.

“UMKM Center Pontianak sekarang sudah berjalan 3 bulan. Sehari-harinya tidak ramai, mungkin masyarakat Pontianak sendiri juga masih banyak yang belum tahu, kalaupun tahu mereka segan mau kesini, bahkan ada yang mengira gedung ini dinas, kebanyakan seperti itu waktu saya tanyakan sama mereka yang masuk karena penasaran,” jelas Margi.

Baca: TERPOPULER - Sindikat Kawin Kontrak, Puput Nastiti Devi, hingga Saktiawan Gabung Persib Bandung B

Baca: BREAKING NEWS - Tim Hukum Prabowo Soroti Jumlah Kekayaan Jokowi di Sidang Perdana Sengketa Pilpres

Baca: BREAKING NEWS - Tim Hukum Prabowo Soroti Jumlah Kekayaan Jokowi di Sidang Perdana Sengketa Pilpres

Selain itu, dikatakan Margi ada yang beranggapan bahwa produk-produk yang ada di UMKM Center ini harganya mahal.

“Sebenarnya bukan mahal, tapi bervariasi. Harganya dimulai dari Rp 10 ribuan. Kalau seperti kain songket, kain tenun tentulah harganya mahal. Terus juga waktu peresmian kemarin kan ada launching website warungkite juga. Nah itu, ternyata mereka input produknya langsung lewat pengrajin atau lewat umkmnya. Jadi konsumen tidak lagi kesini, langsung ke pengrajinnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, dalam sebulan UMKM Center hanya ada sekitar 50 pengunjung dari masyarakat umum.

“Yang ramai bisanya dari perusahaan atau dinas yang dapat kunjungan dari pusat, mereka mengajak tamunya kesini. Seperti kemarin dari kementrian perdagangan, dinas perhubungan mereka kesini,” katanya.

Dilantai dasar gedung ini bersisi fashion, kerajinan, cinderamata dan di lantai dua ada berbagai makanan khas Kalimantan Barat. 

“Kalau dari pusat, ibu-ibu banyak yang beli tas, sama kain untuk oleh-oleh mereka. Kalau bapak-bapak banyak yang beli tanjak,” ujarnya.

Namun, dikatakannya pengunjung cenderung membeli pernak-pernik kecil seperti gantungan kunci yang bertulisan “I Love Pontianak”.

Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved