Jaga Kebersihan dan Kesehatan, Polisi Pangkas Rambut Tahanan Gondrong

Biasanya dilakukan cukur rambut dua kali atau sekali dalam satu bulan, ini sebagai bentuk pelayanan,

Jaga Kebersihan dan Kesehatan, Polisi Pangkas Rambut Tahanan Gondrong
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFONS PARDOSI
Tahanan yang dicukur rambutnya, Jumat (14/6/2019). 

Jaga Kebersihan dan Kesehatan, Polisi Pangkas Rambut Tahanan Gondrong

LANDAK - Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan para tahanan, Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) dan Sat Sabhara Polres Landak lakukan perawatan rutin terhadap tahanan, dengan mencukur rambut para tahanan, Jumat (14/6/2019).

Satu persatu tahanan dicukur rambutnya oleh Brigpol Donny, yang merupakan anggota Sat Tahti yang dibantu oleh Bripda Gilang Armanda yang merupakan anggota piket jaga tahanan.

Kasat Tahti Ipda Hertomo menerangkan, cara ini dilakukan agar tahanan terlihat bersih dan rapi. Sehingga selama menjalani hukuman kurungan badan, tahanan tidak terlihat kumal.

Hal itu sekaligus sebagai tindakan humanis dari Polres Landak, untuk memanusiakan para tahanan yang berada di Rutan Mapolres Landak.

Baca: Ketua DPRD Mempawah Minta Kejelasan Terkait Realisasi Proyek Pipanisasi PDAM

Baca: Sidang Kedua Sengketa Pilpres 2019 Mundur Sehari dari Jadwal, Pengamat Khawatir Rugikan Semua Pihak

"Biasanya dilakukan cukur rambut dua kali atau sekali dalam satu bulan, ini sebagai bentuk pelayanan, agar tahanan kelihatan rapi dan tidak gerah. Karena tahanan tidak diperbolehkan memiliki rambut panjang," terang Brigpol Donny.

Ditambahkan oleh Bripda Gilang, untuk kami yang melaksanakan piket jaga tahanan, setiap setelah dan akan melaksanakan serah terima tugas. Selalu menanyakan kesehatan dari pada masing-masing tahanan.

Hal itu dilakukan untuk mengontrol langsung kesehatan dari pada tahanan, dan jikalau ada yang sakit segera kami laporkan kepada pihak kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan dan pemberiaan obat-obatan.

"Tak hanya itu, kami juga mengajarkan mereka akan rasa kebersamaan dan toleransi dari hal yang kecil. Seperti makan bersama-sama, dengan satu orang yang memimpin doa hingga beribadah kepada Tuhan," ungkapnya.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved