Doakan Ahli Kubur, Masyarakat Rasau Jaya Tiga Gelar Tradisi Haul

Majelis Assholihin Rasau Jaya III Gelar Tradisi Haul Umat Muslim di desa Rasau Jaya III Kec. Rasau Jaya Kab. Kubu Raya Kal-Bar

Doakan Ahli Kubur, Masyarakat Rasau Jaya Tiga Gelar Tradisi Haul
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
doakan ahli kubur di rasau jaya 

Citizen Reporter
Mahasiswa Kubu Raya
Cecep Sunarya

Doakan Ahli Kubur, Masyarakat Rasau Jaya Tiga Gelar Tradisi Haul

PONTIANAK - Majelis Assholihin Rasau Jaya III Gelar Tradisi Haul Umat Muslim di desa Rasau Jaya III Kec. Rasau Jaya Kab. Kubu Raya Kal-Bar pada hari Rabu (12/06/2019) sekitar pukul 08.00 WIB pagi.

Untuk diketahui, tradisi haul ini awal mulanya adalah hanya haul keluarga yang dilakukan oleh KH. Muhammad Tahroni menghaul ayahanda yaitu KH. Shilihin bin Abdullah yang telah meninggal dunia yaitu pada tahun 1991.

Setelah itu, dilanjutkan kembali oleh masyarakat Rasau Jaya tiga dengan membentuk majelis yang diberi nama Assholihin.

Majelis ini di bentuk pada tahun 2007 dengan diketuai oleh Ust. Abdul Manan, S.Ag sampai saat ini, dengan jumlah anggota 371 jama’ah dan dilaksanakan setiap tanggal 8 syawal hijriah dan sudah 12 kali dilaksanakan di masjid dan di tempat pemakaman umum desa Rasau Jaya tiga.

Tradisi haul memiliki arti yaitu peringatan kematian seseorang yang diadakan setahun sekali dengan tujuan utama untuk mendo’akan ahli kubur agar semua amal ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT, selain itu juga diisi dengan hataman Al-Qur’an, tahlil, tausiah dan lainnya.

Baca: Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Lakukan Rakor Pengelolaan Lintas Batas

Baca: RAMALAN ZODIAK Asmara Jumat 14 Juni 2019, Peluang Bagus bagi Taurus, Energi Mencerahkan bagi Cancer

Baca: FOTO: Penyambutan Kompol Syarifah Salbiah di Polda Kalbar Dapat Predikat Anggota Polri Teladan 2019

Biasanya, haul diadakan untuk para keluarga yang telah meninggal dunia atau para tokoh untuk sekedar mengingat dan meneladani jasa-jasa dan amal baik mereka.

Tradisi haul diadakan berdasarkan hadits Rasulullah SAW.

Diriwayatkan: Rasulullah berziarah ke makam Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dalam perang Uhud dan makam keluarga Baqi’. Beliau mengucap salam dan mendoakan mereka atas amal-amal yang telah mereka kerjakan. (HR. Muslim)

“Rencananya majelis ini akan di notariskan agar mendapat dukungan dari pemerintah desa, sehingga ketika menyelenggarkan kegiatan mendapat bantuan” tutur ketua Majelis Assholihin Ust. Abdul Manan.

Menurutnya pula, majelis Assholihin tidak hanya melaksanakan haul saja, seperti menata makam, merawat makam dan membuat parkiran di dekat makam juga bagian dari aktivitas mejelis ini , sehingga perlu sekali uluran tangan atau dukungan dari pemerintah desa untuk majelis ini.

“Dan saya pun tidak hanya berhenti disitu, saya terus berdakwah dengan ceramah surau ke surau untuk mengajak dan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang belum tau bahwa tradisi haul ini penting dan banyak memanfaatnya ”tutupnya.

Satu diantara majelis Assholihin juga menuturkan mendukung tradisi haul tersebut.

”Saya sangat mendukung sekali tradisi haul ini karena dengan adanya tradisi ini kita dapat mengingat kematian serta dapat mempererat tali silahturahmi, tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada jama’ah dan masyarakat desa rasau jaya tiga dan semoga amal ibadah ibu dan bapak diterima oleh Allah SWT” tutur Mahfud.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved