Demokrat Kalbar Tolak Usul KLB dan Tetap Dukung Kepemimpinan SBY

Bupati Bengkayang ini pun mendesak agar DPP mendisiplinkan kader yang membuat kegaduhan.

Demokrat Kalbar Tolak Usul KLB dan Tetap Dukung Kepemimpinan SBY
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Suryadman Gidot 

Demokrat Kalbar Tolak Usul KLB dan Tetap Dukung Kepemimpinan SBY

PONTIANAK - Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar, Suryadman Gidot menegaskan jika pihaknya menolak usul alternatif Kongres Luar Biasa (KLB) dari Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD) Oleh M. Max Sopacua, SE. M. Sc, Prof. Dr. H. Ahmad Mubarok, MA dan Dr. H. Ahmad Yahya.

"Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Kalbar tetap setia kepada Ketua Umum Partai Demokrat Bapak Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Kalbar Menolak Kongres Luar Biasa yang digagas oleh GMPPD atau apapun namanya," tutur Suryadman Gidot, Jumat (14/6/2019).

Bupati Bengkayang ini pun mendesak agar DPP mendisiplinkan kader yang membuat kegaduhan.

"Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Kalbar  mendesak Dewan Pimpinan Pusat mendisiplinkan pengurus, kader dan anggota yang membuat kegaduhan, sehingga berdampak  merugikan Partai Demokrat," timpalnya.

Baca: Trisna Jaya: Proyek Pipanisasi PDAM Mempawah Rp 5 Miliar

Baca: Korban Pencurian Cabut Laporan Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya

Lebih lanjut, ia pun mengatakan Dewan Pimpinan Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Barat tetap taat dan patuh pada AD/ART serta peraturan Partai Demokrat.

Baca: Tim Kesehatan Kebun Binatang Sinka Zoo Beberkan Kondisi Beruang Madu yang Viral di Medsos

Seperti diketahui, Sejumlah pendiri dan senior Partai Demokrat membentuk presidium gerakan moral penyelamatan partai berlambang mercy. Mereka mendorong Demokrat segera menggelar Kongres Luar Biasa untuk memilih ketua umum.

Salah satu inisiator gerakan ini, Max Sopacua, menjelaskan bahwa para senior prihatin dengan perolehan suara Partai Demokrat yang anjlok ke angka 7,7 persen pada pemilu legislatif 2019. Padahal, pada pemilu 2014 lalu perolehan suara Demokrat mencapai 10,9 persen.

Dalam jumpa pers itu, Max didampingi sejumlah pendiri dan senior partai lainnya seperti Ahmad Mubarok, Ahmad Jaya, Ishak, dan sejumlah tokoh senior lain.

Selain menyoroti perolehan suara Partai Demokrat, para senior tersebut juga menyoroti pengurus Demokrat di lingkaran SBY yang kerap menyampaikan pernyataan kontroversial. Ada tiga nama yang menjadi sorotan, yakni Rachland Nashidik, Ferdinand Hutahaean, dan Andi Arief.

Demi untuk penyelamatan Partai, para senior ini akan segera menyiapkan dan melaksanakan Silaturahim Nasional untuk memanggil dan mengundang para kader dan keluarga besar partai Demokrat yang pernah bersama dan berjuang mendirikan.

Targetnya adalah agar Demokrat segera menggelar Kongres Luar Biasa, forum tertinggi untuk memilih ketua umum dan jajaran pengurus.

Normalnya, Kongres Demokrat baru akan digelar pada 2020. Namun, para senior mendorong Kongres Luar Biasa digelar pada tahun ini.

Namun ditegaskanya pula jika dalam keterangan rilis tertulis Max dkk kemarin, memang disebut soal KLB. Namun ia menegaskan bukan berarti para senior partai ingin ada KLB, seperti yang tengah ramai dibicarakan di kalangan internal Demokrat.

"Mereka itu kan membaca, mereka membiarkan partai hancur. Baca dulu bagiannya. Wartawan juga bisa baca. KLB alternatif. Jangan itu yang jadi acuan. Yang jadi acuan adalah bagaimana selamatkan partai di 2024. itu titik tolaknya," tegasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved