Cegah Pungli Penerimaan Siswa, Diskominfo Singkawang Buka Posko Pengaduan Online Saber Pungli

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Singkawang membuka posko pengaduan online Sapu Bersih Pungutan Liar

Cegah Pungli Penerimaan Siswa, Diskominfo Singkawang Buka Posko Pengaduan Online Saber Pungli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, Ahyadi 

Cegah Pungli Penerimaan Siswa, Diskominfo Singkawang Buka Posko Pengaduan Online Saber Pungli

SINGKAWANG - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Singkawang membuka posko pengaduan online Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) bagi masyarakat yang mengalami.

Dibukanya posko ini untuk mengantisipasi rawannya praktik Pungli yang bisa saja terjadi saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di semua jenjang mulai SD, SMP hingga SMA.

Bila hal tersebut terjadi, tentu akan memberatkan orang tua siswa khususnya yang berasal dari kalangan kurang mampu.

"Pada PPDB di sekolah, memang sangat rawan terjadinya Pungli, sehingga untuk menampung keluhan tersebut kami dari dinas membuka posko pengaduan Saber Pungli bagi masyarakat yang mengalaminya," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, Ahyadi, Jumat (14/6/2019).

Baca: Camat Muara Pawan Apresiasi Program Bedah Rumah di Desa Tanjungpasar

Baca: Adanya Gugatan di MK Menunjukan Pemilu Tidak Luput dari Persoalan dan Ketidakberesan

Baca: Lewat Program Bedah Rumah, 9 Rumah Tak Layak Huni di Desa Tanjung Pasar Akan Direnovasi

Apabila ada masyarakat yang dikenakan biaya di luar program pemerintah, bisa menghubungi Diskominfo Singkawang agar ditindaklanjuti Tim Saber Pungli yang melibatkan Inspektorat dan penegak hukum.

Dibukanya posko pengaduan ini, agar pada proses PPDB nantinya, lembaga-lembaga pendidikan dapat memberikan pelayanan yang terbaik dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Singkawang.

Bagaimanapun pendidikan juga merupakan hal yang paling utama dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.

"Jangan sampai Pungli yang dilakukan dapat menyebabkan anak tidak melanjutkan atau putus sekolah karena ketidakmampuan orang tua siswa," ujarnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved