Cantik! Wanita Ini Dilamar Segepok Uang dan 1 Hektare Lahan
Rumahnya terletak pada jalan menuju obyek wisata Air Terjun Bissappu, Bantaeng.
Cantik! Wanita Ini Dilamar Segepok Uang dan 1 Hektare Lahan
SULSEL- Seorang wanita cantik dapat lamaran yang wah menjadi buah bibir di masyarakat.
Tak main-main, lamaran tersebut dikatakan mahal lantaran nominal Uang Panaik (mahar) yang digunakan terbilang sangat tinggi, yakni mencapai Rp 300 juta.
Bukan hanya itu, maharnya juga masih dilengkapi dengan tanah seluas 1 hektar, beras 1 ton, kuda 1 ekor, dan emas 1 stel.
Baca: Simpan Sabu Dalam Ember cat dan Charger HP, Pengedar Diburu Polisi
Baca: Daftar Makanan yang Tak Boleh Dimakan Mentah, Sebabkan Keracunan Hingga Infeksi Penyakit
Dilansir dari Instagram @makassar_iinfo, wanita yang beruntung menerima lamaran tersebut bernama Lin Ariska Sharir.
Lin Ariska Sharir tinggal di Bonto Lebang, Kecamatan Bisappu, Kabupaten Bintaeng, Sulawesi Selatan.
"Pernikahan mahal kembali terjadi, kali ini di Kab Bantaeng, Sulawesi Selatan. Seorang wanita bernama Iin Ariska Sharir di lamar oleh seorang pria berupa uang panaik Rp300 juta, 1 hektar tanah, 1 stell emas, 1 ton beras dan kuda 1 ekor.
Lamaran itu di langsungkan Bonto lebang, Kec Bisappu, Kab Bantaeng Sulawesi Selatan," tulis akun Instagram @makassar_iinfo pada Rabu (12/6/2019).
Sementara itu, dikutip GridHot.ID dari makassar.tribunnews.com, Iin Ariska Syahrir merupakan Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas di Polres Bantaeng.
Dia merupakan anak ketiga dari pria bernama Syahrir.
Rumahnya terletak pada jalan menuju obyek wisata Air Terjun Bissappu, Bantaeng.
Sedangkan mempelai pria bernama Muh Irsan Mulianasir yang anak dari pasangan Muh Nasir Nara dan Mulia.
Baca: Keluhkan Nyeri di Dada, Ternyata Pria Ini Telan Kunci Rumah
Warga Desa Gantarang, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto.
Muh Irsan Mulianasir atau Iccang, pernah ikut kontestasi politik pada Pileg 2019.
Dia maju pada Partai PDIP nomor urut 1, Dapil 4, Kecamatan Kelara dan Rumbia. Di daerahnya, Muh Irsan Mulianasir bukanlah orang sembarangan.
Ayahnya, Muh Nasir Nara pernah menjabat sebagai Kepala Desa Gantarang, Kecamatan Kelara, serta pernah menjabat sebagai legislator DPRD Kabupaten Jeneponto.
Sedangkan, ibunya saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Gantarang, Kecamatan Kelara, Jeneponto.
Ibunya tersebut menjabat sebagai Kades setelah periode suaminya, Haji Nasir berakhir.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/lin-ariska-sharir-01.jpg)