3 Tahun Jadi Kurir Narkoba dan Tertangkap, Ini Pengakuan Tersangka

Sebagian saya sumbangkan ke panti asuhan, karena saya anak yatim juga, sebagian saya pakai untuk kebutuhan,

3 Tahun Jadi Kurir Narkoba dan Tertangkap, Ini Pengakuan Tersangka
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono menunjukkan barang bukti sabu dan KTP yang diduga palsu saat konferensi pers di Mapolda Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (14/6/2019) siang. Dalam penangkapan yang dilakukan Direktorat Narkoba Polda Kalbar tersebut berhasil diamankan sejumlah barang bukti diantaranya 25 Kg sabu dan puluhan KTP diduga palsu dari dua kurir yang diamankan 

3 Tahun Jadi Kurir Narkoba dan Tertangkap, Ini Pengakuan Tersangka

PONTIANAK-  Dua warga Kota Pontianak berinisial JO dan SE ditangkap karena kedapatan membawa sabu seberat 25 kilogram di sebuah hotel berbintang di Pontianak. Keduanya saat ini telah di amankan di Mapolda Kalbar. 

Pada saat Press Conferens yang dilaksanakan di Mapolda Kalbar, satu di antara pelaku yakni JO mengatakan bahwa dirinya telah 3 tahun menjadi kurir untuk mengirim narkoba, dan akhirnya pada tanggal 12 Juni 2019 ia tertangkap.

Dalam setiap pengirimannya, ia mengungkapkan mendapat upah mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per kilo dari narkoba yang ia kirim.

Baca: FOTO: Arus Balik di Pelabuhan Dwikora Pontianak

Baca: Rupinus Targetkan Semua Desa memiliki Kantor Desa

"Sudah 3 tahun, ini udah kesekian kalinya lah saya kirim, tapi kalau sering - sering sekali si ndak, kalau yang upah itu tergantung bos, itu biasanya 10 juta,"ungkapnya.

Untuk asal barang haram yang dibawanya, ia mengaku tidak mengetahui dari mana barang itu berasal, karena selama ini ia hanya fokus menjalankan perintah mister X tanpa bertanya, dan hingga kini ia tak pernah tau siapa orang yang memerintah nya.

"dari mana kita ndak tau ya, karena hanya kita disuruh bos buat ambil barang doank,"katanya.

Ia bercerita, bahwa dirinya terpaksa menjalani pekerjaan ini karena tuntutan ekonomi, dan ia mengatakan bahwa sang istri pun telah mengetahui akan pekerjaan ini, namun dikarekan tuntutan ekonomi samg istri tetap mengizinkannya dan tak pernah mencegah hal ini.

Jo pun mengatakan bahwa Keluarganya telah mengetahui bahwa dirinya telah di tangkap pihak kepolisian. JO menyesali berbuatannya tersebut.

"Orang rumah tau, cuman ndak tau mendalam taunya, istri pernah mencegah tapi ya karena banyak tanggungan ya gimana lagi,"ujarnya.

Ada pengakuan unik yang di ungkapkan oleh jO, dari hasil yang didapat nya menjadi kurir narkoba ini, ia mengaku bahwa sebagian penghasilan haramnya ia sumbangkan ke panti asuhan.

"Sebagian saya sumbangkan ke panti asuhan, karena saya anak yatim juga, sebagian saya pakai untuk kebutuhan,"pungkasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved