Tenaga Medis di Mempawah Diimbau Hati-hati Tangani Kasus Suspek Cacar Monyet

Minimnya pengetahuan tentang penanganan khusus Monkeypox atau cacar monyet, membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah

Tenaga Medis di Mempawah Diimbau Hati-hati Tangani Kasus Suspek Cacar Monyet
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Screenshoot Hael Cacar Monyet 

Tenaga Medis di Mempawah Diimbau Hati-hati Tangani Kasus Suspek Cacar Monyet

MEMPAWAH - Minimnya pengetahuan tentang penanganan khusus Monkeypox atau cacar monyet, membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah mengambil langkah serius dengan memberikan instruksi khusus kepada seluruh tenaga medis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, drg H Muhktar Siagian mengungkapkan, petugas medis di seluruh Kabupaten Mempawah, khususnya di Puskesmas diberi peringatan agar berhati-hati dalam menangani pasien.

"Kita juga telah memberikan peringatan dan instruksi agar dalam memberikan pelayanan kesehatan, petugas medis wajib menggunakan alat pelindung diri, seperti, masker dan sarung tangan," tuturnya.

Baca: Dinkes Mempawah Andalkan Puskesmas Antisipasi dan Berikan Pemahaman Masyarakat Tentang Cacar Monyet

Baca: Satgas Pamtas 643 Sigap Berikan Pertolongan Korban Kecelakaan

Baca: Dapat Penghargaan, Salbiah: Ini Jadi Motivasi dan Saya Tularkan ke Rekan-rekan

Jika ada petugas medis yang menemukan kasus suspect (dicurigai_red) cacat monyet, segera berikan laporan ke dinas kesehatan Kabupaten.

Mukhtar menerangkan, bahwa sebenarnya di Indonesia sendiri kasus Monkeypox belum ditemukan, berdasarkan informasi yang beredar, awalnya penularan Monkeypork berawal dari orang Afrika yang datang ke Singapore membawa penularan penyakit itu dari Negara asalnya.

Mukhtar mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, terutama kepada masyarakat yang memelihara hewan seperti kera dan lainnya.

"Berdasarkan informasi yang kita terima, cacar monyet tidak hanya menular dari monyet saja, dari tikus dan tupai juga bisa," pungkasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved