SMPN 2 Sintang Tunggu SK Bupati Terkait Zonasi Penerimaan Siswa Baru

Lanton menambahkan bahwa pihaknya tidak begitu terkendala dengan rencana penggunaan sistem zonasi ini.

SMPN 2 Sintang Tunggu SK Bupati Terkait Zonasi Penerimaan Siswa Baru
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sintang, Lanton saat ditemui Tribun Pontianak di ruang kerjanya bertempat di SMP Negeri 2 Sintang, Rabu (28/11/2018) pagi. 

SMPN 2 Sintang Tunggu SK Bupati Terkait Zonasi Penerimaan Siswa Baru

SINTANG - Kepala SMP Negeri 2 Sintang, Lanton menjelaskan bahwa Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN 2 Sintang sudah dibentuk untuk mempersiapkan proses pendaftaran yang akan dimulai pada 24 Juni- 4 Juli 2019 mendatang. 

Terkait PPDB tahun ini, menurutnya masih secara manual, namun sesuai Permendikbud 51/2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru maka tahun pelajaran 2019/2020 ini pihaknya akan melaksanakan PPDB dengan sistem zonasi

"Panitia sudah dibentuk seperti biasa, karena pendaftaran tanggal 24 Juni kita mulai sampai tanggal 4 Juli. Namun terkait wilayah zonasi ini, kita masih menunggu SK Bupati melalui Dinas Pendidikan," katanya, Kamis (13/6/2019) sore. 

Lanjutnya dari rapat yang dilakukan Disdikbud Kabupaten Sintang bahwa berdasarkan Permendikbud yang diperkuat SK Bupati Sintang maka aturannya 85 persen penerimaan berdasarkan zonasi dan 15 persen di luar zonasi. 

Baca: Persepsi Orangtua Siswa Dikhawatirkan Jadi Kendala Sistem Zonasi di PPDB Online 2019 Sintang

Baca: Disdikbud Sintang Bakal Terapkan Sistem Zonasi Pada Penerimaan Siswa SMP Tahun Ini!

"Dari rapat yang kita ikuti kemarin, ada 15 persen untuk luar zonasi, yaitu 5 persen untuk siswa prestasi dan 10 persen untuk yang pindah. Tapi kita tetap menunggu petunjuk dari Disdikbud terkait aturan zonasi tersebut," terangnya. 

Lanton menambahkan bahwa pihaknya tidak begitu terkendala dengan rencana penggunaan sistem zonasi ini.

Namun menurutnya protes bisa saja datang dari orangtua siswa yang tidak setuju dengan sistem zonasi tersebut. 

"Kalau kita sebenarnya tidak ada masalah terkait sistem zonasi ini, kita menerima 320 siswa tahun ini, yang daftar pasti lebih dari itu. Tetapi bisa saja orangtua siswa yang protes karena anaknya harus sekolah sesuai zonasi," katanya. 

Baca: Ini Jalur Pendaftaran PPDB Online Jenjang SMA/SMK di Kalbar

Menurutnya sudah ada beberapa orangtua yang menanyakan terkait waktu mulai bisa mengambil formulir pendaftaran. Dirinya menjelaskan jika tahun ini pendaftaran siswa SMP sudah mulai menggunakan zonasi sekolah. 

"Saya jelaskan kalau anak bapak tinggal di sekitar wilayah SMP 2 tentu bisa, tetapi jika dekat dengan SMP lain tentu sesuai wilayahnya. Jadi saya bisa menjawab seperti itu, saya bilang semua sekolah itu sama saja," pungkasnya. 

Penulis: Wahidin
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved