Perampokan Bank di Singkawang Rekayasa Oknum Karyawan Perusahaan

Tersangka melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dengan cara menggelapkan uang perusahaan

Perampokan Bank di Singkawang Rekayasa Oknum Karyawan Perusahaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Polres Singkawang menggelar Press release kasus perampokan yang terjadi di parkiran samping Maybank Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (21/5/2019) lalu. Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi memimpin langsung press release yang digelar di Markas Polres Singkawang, Jalan Firdaus 2, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kamis (13/6/2019). 

Perampokan Bank di Singkawang Rekayasa Oknum Karyawan Perusahaan

SINGKAWANG - Polres Singkawang menggelar Press release kasus perampokan yang terjadi di parkiran samping Maybank, Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Selasa (21/5/2019) lalu.

Seorang warga bernama Tony (38) yang telah resmi ditetapkan tersangka mengalami peristiwa itu dan mengalami kerugian materil sebesar Rp 149.600.000 yang rencananya uang tersebut akan dikirim ke perusahaan PD Asia Agung.

Korban lantas melaporkan kejadian yang dialami kepada Polres Singkawang. Setelah menerima laporan tersebut, Kepolisian Polres Singkawang langsung melakukan penyidikan.

"Namun berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi serta alat bukti dan bukti-bukti pendukung lainnya diperoleh fakta hukum bahwa pengaduan tersebut merupakan rekayasa," kata Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi yang memimpin langsung press release yang digelar di Markas Polres Singkawang, Jalan Firdaus 2, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kamis (13/6/2019).

Baca: Diduga Tersetrum, Wanita Cantik Ditemukan Tewas di Rumahnya

Baca: Gandeng Pemkab dalam Sejumlah Program, Ini Penjelasan Kapolres Kayong Utara

Dalam kejadian ini, Tony tidak hanya sendiri. Ia dibantu oleh tersangka lainnya yaitu DN (41).

DN berpura-pura sebagai pelaku pencurian dengan maksud dan tujuan untuk memiliki dan menguasai uang milik perusahaan PD Asia Agung.

Setelah ditemui fakta-fakta tersebut, ternyata alasan dari Tony merekayasa pengaduan tersebut karena telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatannya.

"Tersangka melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dengan cara menggelapkan uang perusahaan," tutur Kapolres.

Baca: Orangtua Siswa Nilai Sistem Zonasi Harus Dibarengi Pemerataan Kualitas Guru dan Sapras

Semangat itu tersangka Tony mengaku dan membenarkan bahwa telah menggelapkan uang lerusahaan sehingga takut untuk mengakui perbuatannya kepada perusahaan.

“Saya takut untuk mengakui perbuatan saya yang telah mengambil uang perusahaan, jadi saya membuat laporan palsu dengan maksud jika perusahaan mau minta ganti rugi akan saya ganti," ujarnya.

Tony telah bekerja hampir 10 tahun lamanya di perusahan tersebut. Sembilan tahun belakangan ia bekerja sebagai sopir perusahaan.

Namun satu tahun terakhir ini ia ditempatkan sebagai salesman dengan gaji sekitar Rp 4 jutaan perbulan.

Uang milik perusahaan yang telah digelapkan tersebut digunakan untuk keperluan pribadi.

"Saya pakai untuk bermain judi jenis togel atau kupon putih juga," ungkapnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved