Pengabdian, Komunitas Senyum Desa Beri Penyuluhan Sosial dan Kesehatan di Ambawang

Dengan tenaga guru yang kurang memadai, namun tak menghalangi semangat adik-adik sakura untuk belajar dan mengejar cita-cita

Pengabdian, Komunitas Senyum Desa Beri Penyuluhan Sosial dan Kesehatan di Ambawang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Komunitas Senyum Desa Beri Penyuluhan Sosial dan Kesehatan di Ambawang 

Pengabdian, Komunitas Senyum Desa Beri Penyuluhan Sosial dan Kesehatan di Ambawang

KUBURAYA- Dusun Sakura, Kampung pedalaman yang berada di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang belum pernah disentuh oleh pihak penyelenggara pendidikan.

Pemuda di dusun tersebut lebih memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan.

Komunitas Senyum Desa yang melakukan pengabdian dan penyuluhan sosial dan kesehatan di Kampung dengan jalan setapak yang hanya muat satu kendaraan saja tersebut, menyayangkan akan pendidikan yang berada di kampung tersebut.

Ketua RT Setempat, Muniri mengungkapkan dengan logat khas maduranya selama ini belum ada mahasiswa yang datang dan baru Komunitas Senyum Desa yang datang ke sini, pada saat berbincang ringan dengan Senyum Desa.

"Selama kampong kakdintoh bedeh tadek mahasiswa se ngbdi e kampong nikah, (selama kampung ini berdiri tidak pernah ada mahasiswa yang mengabdi di sini)," ungkapnya pada beberapa waktu lalu.

Baca: Ditangkap Polisi, Tersangka Akui Konsumsi Sabu untuk Hilangkan Rasa Pegal dan Lelah

Baca: FOTO: Apel konsolidasi Operasi Ketupat Kapuas 2019 dan Kesiapan Sidang PHPU

Ia juga menambahkan selama ini mahasiswa hanya lewat saja di kampung ini, dan tidak ada satupun yang membantu pendidikan dan mengabdi di kampung tersebut.

"Selama ini buleh coman nengaleh mahasiswa lebet e kampong nikah, tadek se abantu otabeh ngabdi e kampong nikah, (selama ini saya hanya melihat mahasiswa lewat saja di kampung ini, dan tidak ada yang membantu pendidikan ataupun mengabdi)," tambahnya.

Founder Senyum Desa, Abdul Rozak menanyakan perihal kegiatan mahasiswa di kampung tersebut selama ini kepada Siswa SDN 38 Sungai Ambawang, Aldi.

"Semenjak kamu kelas satu sampai kelas enam ada tidak kakak-kakak mahasiswa ke sini?" dengan polosnya Aldi menjawab "tidak ada, baru kakak yang ke sini".

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved