Pemkab Landak Beri Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik pada Petani

sebab pembuatan pupuk berasal dari limbah yang sangat mudah didapat dan tentunya harganya murah.

Pemkab Landak Beri Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik pada Petani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFONS PARDOSI
Pelatihan cara pembuatan pupuk organik kepada para petani yang diadakan di Dusun Kepayang, Desa Sebatih, Kecamatan Sengah Temila, Kamis (13/6/2019). 

Pemkab Landak Beri Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik pada Petani

LANDAK - Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP), memberikan pelatihan cara pembuatan pupuk organik kepada para petani yang diadakan di Dusun Kepayang, Desa Sebatih, Kecamatan Sengah Temila pada Kamis (13/6/2019).

Peserta pelatihan pembuatan pupuk organik dihadiri sebanyak 50 orang petani, yang terdiri dari dua kelompok tani Ai Sabingko, Mekar Jaya dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Sebatih.

Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik ini, menghadirkan narasumber dari PT Biosindo Mitra Jaya dan Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) DPPKP Landak.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) DPPKP Kabupaten Landak Sinaga menyampaikan bahwa, tujuan diadakan pelatihan pembuatan pupuk organik ini untuk memberikan wawasan kepada para petani.

Baca: VIDEO: Kompol Salbiah Mendapat Sambutan Luar Biasa di Mapolda Kalbar

Baca: Kadisdik Harap Penerimaan PNS Tahun Ini Bisa Mememuhi Kebutuhan Guru di Kalbar

Selain itu juga, memberikan keahlian khusus untuk bisa membuat pupuk organik dan pengaplikasianya agar para petani tidak ketergantungan pada pupuk kimia.

"Tujuan kita melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik ini untuk memberikan pemahaman kepada para petani bahwa penggunaan pupuk kimia terus menerus dapat merusak struktur tanah, yang mengakibatkan  tanah ketergantungan terhadap unsur kimia tersebut," pungkas Sinaga. 

Sementara itu Sekertaris DPPKP Landak Ever Apat menyampaikan bahwa perkembangan pertanian organik sebagai salah satu teknologi alternatif untuk menanggulangi persoalan lingkungan.

"Persoalan besar yang terjadi disebabkan karena pencemaran tanah yang menyebabkan persediaan unsur hara dalam tanah semakin lama semakin menipis," ujar Everapat.

Everapat menegaskan, melimpahnya sumber daya alam yang ada di sekitar kita harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, dengan memanfaatan limbah tanaman dan ternak.

Ini tentunya mengurangi biaya pengeluaran petani, sebab pembuatan pupuk berasal dari limbah yang sangat mudah didapat dan tentunya harganya murah.

"Penggunaan pupuk organik ramah terhadap lingkungan, lebih hemat biaya, dan bahan baku pupuk organiknya sangat tersedia dan melimpah, seperti jerami, kotoran ternak, arang sekam dan serbuk gergaji," jelas Ever Apat

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved