Orangtua Siswa Nilai Sistem Zonasi Harus Dibarengi Pemerataan Kualitas Guru dan Sapras

Apabila sistem zonasi tetap dijalannya, sebagai orangtua tentu dirinya tidak dapat menolak.

Orangtua Siswa Nilai Sistem Zonasi Harus Dibarengi Pemerataan Kualitas Guru dan Sapras
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Satu di antara warga Kecamatan Sintang Kota, Susianti. 

Orangtua Siswa Nilai Sistem Zonasi Harus Dibarengi Pemerataan Kualitas Guru dan Sapras

SINTANG- Sejak tahun 2017, SMA/SMK Negeri di Kabupaten Sintang telah menerapkan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan kini Disdikbud Sintang juga bakal menerapkannya untuk jejang SMP Negeri di Kabupaten Sintang

Satu di antara orangtua siswa di Kabupaten Sintang, Susianti menilai penerapan sistem zonasi tidak tepat jika dilaksanakan sekarang karena belum meratanya kualitas sarana prasarana dan tenaga pendidik yang ada. 

"Tentu saja wajar kita sebagai orangtua mencari sekolah yang terbaik bagi anak kita. Jika ingin diterapkan zona seperti itu, seharusnya diikuti dengen pemerataan kualitas tenaga pendidik dan saprasnya," ujarnya, Kamis (13/6/2019) siang. 

Baca: VIDEO: Cemburu, Suami Cekik Istrinya hingga Tewas

Baca: Jelang MotoGP Catalunya, Konyol! Marq Marquez Jatuh Bukan Saat Pacu Motor, Tonton Videonya!

Menurutnya jika kualitas tenaga pendidik utamanya belum merata, tentu saja orangtua masih memiliki pandangan mana sekolah yang diunggulkan dan mana yang bukan. Sebab itu, sistem zonasi harus dipertimbangkan.

"Jika sarana dan prasarana kita sadari akan sulit kalau disamaratakan. Tetapi gurunya tentu kita harapkan yang lebih dulu dilakukan pemerataan. Karena kita tentu ingin anak kita mendapatkan pendidikan yang bermutu," terangnya. 

Apabila sistem zonasi tetap dijalannya, sebagai orangtua tentu dirinya tidak dapat menolak. Namun dirinya berharap ke depan kualitas tenaga pendidik dan jika bisa sarana dan prasarana pendidikan juga dilakukan pemerataan. 

"Anak saya juga nanti ada yang sudah mau masuk SMA dan yang kecil juga nanti masuk TK. Jika zonasi seperti ini, kita terima saja. Tetapi diharapkan guru, kemudian sarana belajar seperti buku dapat disamaratakan," pungkasnya. 

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved