Konsumen Komplain Tagihan Melonjak dari Rp 20 Ribu Jadi Rp 719 Ribu, Begini Respon Dirut PDAM

Biasanya, ia hanya membayar di bawah Rp20 ribu perbulannya. Namun April 2019 tagihan PDAM-nya melonjak menjadi Rp 719 ribu.

Konsumen Komplain Tagihan Melonjak dari Rp 20 Ribu Jadi Rp 719 Ribu, Begini Respon Dirut PDAM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ZULKIFLI
Direktur PDAM Tirta Khatulistiwa, Pontianak, Lajito saat menunjukkan air PDAM, Selasa (17/1/2017) 

Konsumen Komplain Tagihan PDAM Melonjak dari Rp 20 Ribu Jadi Rp 719 Ribu, Begini Respon Dirut PDAM

PONTIANAK - Seorang pelanggan  PDAM atas nama Hr yang beralamat di Jalan Paris I, Pontianak melakukan komplain dan tidak terima atas tagihan PDAM yang dinilainya tidak wajar serta membebani.

Pasalnya sebelum terjadi lonjakan tagihan, ia hanya membayar di bawah Rp20 ribu perbulannya.

Namun bulan April 2019 tagihan PDAM nya melonjak menjadi Rp719 ribu.

Ia sempat mengadukan dan komplen pada PDAM sehingga dengan berbagai penjelasan hang ada PDAM menurunkan sekitar setegahnya.

Baca: PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak Rayakan HUT ke-44 Bersama 500 Anak Yatim

Baca: Kerjasama PDAM Tirta Khatulistiwa dengan OASEN Negeri Belanda, Ini Harapan Edi Kamtono

Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak, Lajito menjelaskan secara detail mengenai komplain yang dilakukan Hardiansyah.

"Jadi begini intinya memang yang bersangkutan komplain di PDAM, jadi palanggannya  atas nama Yudi dan mungkin Pak Hr ini sebagai  orang yang menempati," ucap Lajito menjelaskan kala diwaqancarai, Kamis (13/6/2019).

Memang dari pemakaian sbelumnya kita lihat cuma dua kubik, tiga kubik terus pada bulan April, pemakaiannya sangat tinggi dan dia komplain pada PDAM," jelasnya lagi.

Lajito mengaku pihaknya telah menjelaskan, bahwa angka dimeteran itu real karena difoto setiap bulannya.

Baca: Targetkan 100 Persen Akses Air Bersih, Ini Upaya PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak

Baca: Foto-foto Pekerja Memperbaiki Pipa PDAM Tirta Khatulistiwa di Jalan Sutan Syahrir Pontianak

Data pencatatan juga ada, namun pemakaian bulan April melonjak dari biasanya 2-3 kubik tapi bulan itu menjadi 170 kubik.

Kemudian, yang bersangkutan tidak terima, sehingga dia minta tes meter dan memang ada penyimpangan di meteran. Tapi tidak sepenuhnya dari angka 170 kubik itu adalah penyimpangan. 

"Meteran airnya juga diganti karena ada penyimpangan, terus kita sesuaikan dengan persentase penyimpangan yang  ada, sehingga dari 170 diturunkan 80 kubik. Namun yang bersangkutan tetap tidak terima dan ngotot," tegasnya. 

Lajito menerangkan  juga  tidak mengetahui apakah bocor dibelakang atau seperti apa sehingga mencapai 170 kubik.

"Awalnya Rp 719 ribu diturunkan menjadi Rp 347 ribu.  Dia masih tidak terima dan ini juga masih dikaji," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved