Ditangkap Polisi, Tersangka Akui Konsumsi Sabu untuk Hilangkan Rasa Pegal dan Lelah

Memang setelah memakai sabu sakit pinggang hilang, tapi saya tahu ini salah

Ditangkap Polisi, Tersangka Akui Konsumsi Sabu untuk Hilangkan Rasa Pegal dan Lelah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Keenam tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Desa Pesaguan Kanan, Kecamatan Matan Hilir Selatan saat  diwawancarai awak media di Mapolres Ketapang, Kamis, (13/06).   

Ditangkap Polisi, Tersangka Akui Konsumsi Sabu untuk Hilangkan Rasa Pegal dan Lelah

KETAPANG - Tersangka OT (62), mengaku sudah lama mengkonsumsi narkoba jenis sabu. OT merupakan pemilik rumah yang dijadikan tempat untuk berpesta sabu.

Dirinya mengaku mengunsumsi sabu untuk menghilangkan rasa pegal-pegal. 

"Saya pakai untuk menghilangkan sakit pinggang. Memang setelah memakai sabu sakit pinggang hilang, tapi saya tahu ini salah," katanya di Mapolres Ketapang, Kamis (13/06).

Ia juga mengaku sudah sering melakukan pesta sabu dengan beberapa orang. Bahkan, yang diajak berpesta sabu kali ini ialah keponakannya yang akhirnya ditangkap polisi bersama dirinya.

Baca: FOTO: Apel konsolidasi Operasi Ketupat Kapuas 2019 dan Kesiapan Sidang PHPU

Baca: Pimpin Apel PHPU, Kapolda: Kerahkan Personel di KPU dan Bawaslu

"Saya tidak mengajak dia (keponakan), tapi dia ikut temannya. Dia baru pertama kali pakai sabu," ungkapnya.

OT mengaku, selain di rumahnya, pesta sabu juga biasa dilakukan di tempat lain. OT juga mengaku sudah lima tahun memakai barang haram tersebut, namun diakuinya dirinya baru beberapa bulan belakang menjadi pengedar sabu. 

"Saya jual sabu untungnya untuk beli sabu. Saya dapat sabu dari orang yang saya juga tidak kenal, karena setiap ambil barang ketemu di jalan," jelasnya.

OT pun mengaku menyesal menggunakan dan menjadi pengedar sabu. Ia juga mengaku untuk tidak akan mengulanginya lagi.

Baca: Terungkap! Kasus Perampokan di Samping Maybank Singkawang, Gelapkan Uang Perusahaan untuk Main Judi

OT yang sudah memiliki cucu ini juga mengaku siap untuk menerima konsekuensinya. 

"Mau gimana lagi, ini sudah konsekuensinya. Tapi saya menyesal," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved