Sidang Lanjutan Kasus Audrey Dilanjutkan Minggu Depan

Setelah gagal pada upaya diversi, kasus pengeroyokan yang dialami oleh Audrey (14) berlanjut ke tahap persidangan. Bahkan sidang

Sidang Lanjutan Kasus Audrey Dilanjutkan Minggu Depan
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Fakta Baru Langsung Dari Mulut Audrey, Dari Kepala Dibenturkan, Mau Pingsan Hingga Kelaminnya Dicolok 

Sidang Lanjutan Kasus Audrey Dilanjutkan Minggu Depan
PONTIANAK - Setelah gagal pada upaya diversi, kasus pengeroyokan yang dialami oleh Audrey (14) berlanjut ke tahap persidangan. Bahkan sidang perdana telah dilaksanakan pada Selasa (11/6) kemarin. Dan sidang kedua akan dilanjutkan pada Kamis (20/6) mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua majelis hakim sidang Udjianti. Ia mengatakan, sidang kedua nantinya beragendakan mendengar keterangan saksi-saksi.

"Sidang perdananya sudah digelar kemarin (Selasa), acaranya pembacaan dakwaan sama laporan penelitian masyarakat," ujarnya, Rabu (12/6).

Menurut Wakil Kepala Pengadilan Negeri Pontianak ini, dalam acara sidang mendengar keterangan saksi itu nantinya juga akan memanggil Audrey sebagai saksi korban.

Baca: Tanggapan Mahasiswa Untan, Aplikasi CJS Sangat Mendukung Kinerja Pemerintah Terkait

Baca: Pemda Sekadau Terus Lakukan Upaya Peningkatan Pelayanan Publik

Baca: Edi Kamtono Targetkan Agustus atau September 2019 Jembatan Landak 2 Bisa digunakan Roda 4

"Namun belum diketahui pada sidang ke berapa saksi korban akan dihadirkan. Nanti yang akan menghadirkannya jaksa penuntut umum," katany.

Udjianti menyebutkan dalam sidang yang digelar tertutup itu, semua pihak hadir, termasuk ketiga anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang didampingi orang tua, pengacara dan Bapas Pontianak.

"Hadir semua dalam sidang kemarin, anak-anak didampingi. Kecuali korban (yang tidak hadir), karena baru akan akan dihadirkan saat jadi saksi," jelasnya.

Sebelumnya, kasus ini dilanjutkan ke tingkat pengadilan setelah tiga kali upaya hukum diversi gagal capai kesepakatan.

Batalnya upaya hukum diversi, lantaran ketiga pihak pelaku menolak poin-poin kesepakatan yang telah dicapai saat diversi terakhir di kejaksaan.

Bahkan, upaya diversi lanjutan yang ditawarkan pihak pengadilan, pada 14 Juni 2019 mendatang juga ditolak.

Ada sejumlah poin kesepakatan yang dibuat antara pihak korban dan tersangka saat itu. Yakni pihak keluarga pelaku akan melakukan silaturahmi kepada pihak orangtua korban disertai mengganti biaya ganti rugi.

Kemudian ada permintaan maaf pihak dari keluarga pelaku melalui media massa selama tiga hari berturut-turut. Dan terakhir pihak pelaku harus menjalani sanksi pelayanan sosial selama tiga bulan di Bapas Pontianak.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved