Pengacara Bantah Dakwaan JPU Menyebutkan Pelaku Lakukan Pengeroyokan Terhadap Audrey

Kuasa hukum tiga terdakwa kasus pengeroyokan Audrey, Deni Amirudin membantah dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang menyebut kliennya

Pengacara Bantah Dakwaan JPU Menyebutkan Pelaku Lakukan Pengeroyokan Terhadap Audrey
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sebanyak tujuh siswi SMA yang terseret dalam kasus penganiayaan siswi SMP menyampaikan klarifikasi didampingi KPPAD Provinsi Kalbar di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) sore. Mereka menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban serta tidak mengakui telah melakukan pengeroyokan perkelahian dilakukan satu lawan satu. 

Pengacara Bantah Dakwaan JPU Menyebutkan Pelaku Lakukan Pengeroyokan Terhadap Audrey

PONTIANAK - Kuasa hukum tiga terdakwa kasus pengeroyokan Audrey, Deni Amirudin membantah dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang menyebut kliennya mengeroyok korban.

Ia mengatakan, memang ada kekerasan, namun korban dan pelaku berkelahi satu lawan satu dan saling adu jotos.

"Yang namanya berkelahi ya pasti ada adu jotos dan itu timbal balik bukan satu arah. Dakwaan jaksa bilang ini dikeroyok. Tidak benar dikeroyok," ujarnya, Rabu (12/6).

Deni bahkan menilai, dakwaan jaksa tersebut mengikuti pemberitaan di media bukan hasil BAP kepolisian. Harusnya, kata dia, jaksa melihat fakta yang ada, walaupun fakta itu akan diuji dalam persidangan kelak.

"Ingat ini pidana anak bukan pidana umum seperti biasanya. Psikologi anak pelaku bisa terpengaruh atas pembacaan surat dakwaan jaksa kemarin," ungkapnya.

Baca: Dinas Kesehatan Harapkan Operasi Bibir Sumbing Gratis dapat Terus Terlaksana

Baca: Mantan KSAD George Toisutta Tutup Usia, Jenderal Andika Perkasa Pimpin Pemberangkatan Jenazah

Baca: IDI Bekerjasama dengan RS Mitra Medika, Laksanakan Kegiatan Operasi Bibir Sumbing Gratis

Deni memastikan, dalam persidangan selanjutnya, pihaknya akan memperlihatkan fakta-fakta sesungguhnya di depan majelis hakim. Dan dia memastikan akan maksimal membela hak-hak hukum kliennya.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Erik Mahendra mengatakan, pihaknya mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara hukum di pengadilan kepada jaksa penuntut umum.

Menurut Erik, tim kuasa hukum korban di luar pengadilan akan membantu dan berkoordinasi dengan jaksa untuk mengumpulkan alat bukti dan saksi-saksi yang akan dihadirkan di persidangan.

"Korban sudah diwakili oleh jaksa di sidang. Jadi kami percayakan sepenuhnya kepada jaksa," ujarnya singkat.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved