Operasi Bibir Sumbing Gratis, Dr Doni Jelaskan Penyebab Bibir Sumbing

Bibir sumbing merupakan kelainan sejak lahir yang diderita satu banding seribu kelahiran hidup. Kelainan tersebut terletak dibagian wajah

Operasi Bibir Sumbing Gratis, Dr Doni Jelaskan Penyebab Bibir Sumbing
TRIBUNPONTIANAK/Marpina Wulandari
Foto bersama Dr. Doni dan pihak terkait dalam kegiatan baksos, operasi bibir sumbing gratis di RS Mitra Medika, Rabu (12/06/2019) -- 

Operasi Bibir Sumbing Gratis, Dr Doni Jelaskan Penyebab Bibir Sumbing 

PONTIANAK - Bibir sumbing merupakan kelainan sejak lahir yang diderita satu banding seribu kelahiran hidup. Kelainan tersebut terletak dibagian wajah, hal ini disampaikan langsung oleh Dokter Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, Dr. Doni Setiawan, Sp. BP-RE. Saat ditemui Tribun Pontianak di RS Mitra Medika saat kegiatan Baksos Operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis, Rabu (12/06/2019) pagi.

"Jadi dia kelainan pada wajah yang paling sering terutama dibidang bedah plastik. Apa yang terjadi yaitu terbelah dari bibir sampai langit-langit, kadang-kadang sampai wajah juga terjadi tapi jarang," ujarnya.

"Kelainan ini tentunya mengganggu baik orang tua maupun anak yang mengalami hal tersebut, baik mental maupun psikososial. Apa yang terjadi bila itu tidak diterapi nanti yaitu dia terganggu nanti mulai dari asupan makanannya, kemudian bicaranya, kemudian terjadi juga gangguan yang lain seperti mudah terinfeksi bakteri dan mulut berbau," jelasnya kepada Tribun Pontianak.

Baca: Cara Daftar Online Mahasiswa Baru di Universitas Muhammadiyah Pontianak  

Baca: TERPOPULER - Usman Siram Air Keras ke Anak Janda Idaman, Zul Zivilia, hingga Pemain Persib Bandung B

Baca: Pengacara Bantah Dakwaan JPU Menyebutkan Pelaku Lakukan Pengeroyokan Terhadap Audrey

Doni juga menjelaskan bahwa upaya pencegahan kelainan tersebut hanya dapat dilakukan sebelum kelahiran itu terjadi. Karena sejatinya kelainan tersebut tidak dapat dicegah seperti kelainan lainnya.

"Untuk pencegahan yang bisa di lakukan adalah dengan perencanaan kehamilan yang baik, tidak boleh ada gangguan atau intervensi apapun terutama gangguan seperti asap rokok, obat-obatan dan pada trimester pertama kehamilan harus diawasi sebaik mungkin," jelasnya.

Ia juga menjelaskan untuk proses operasi dapat dilakukan beberapa kali tergantung tingkat kelainan yang diderita pasien. Jika hanya dibagian mulut maka tidak terlalu banyak operasi, namun jika mencapai gusi dan langit-langit akan dilakukan lebih banyak operasi.

"Untuk operasi bibir sumbing saja maksimal bisa dua kali operasi, tetapi jika sampai ke gusi dan langit-langit bisa tiga sampai empat kali operasi dengan tenggang waktu setelah operasi pertama bisa 3 bulan, setelah itu baru akan dilanjutkan operasi kedua," tambahnya.

Dipastikan juga dalam proses pemulihan, pasien akan di tangani langsung oleh Dr. Doni dan tidak akan dipungut biaya apapun. Untuk proses pemulihan, pasien bisa langsung menemuinya atau ke RS Mitra Medika.

Ia juga menyampaikan bagi siapapun yang menderita bibir sumbing ini juga bisa langsung datang menemui Dr. Doni baik di lokasi praktek maupun di rumah sakit. Untuk alamat RS ada dua yaitu, RSUD Dr. Soedarso, Jl. Dr. Soedarso No. 1, Pontianak dan RS Mitra Medika, Jl. Sultan Abdurrahman No. 25, Pontianak dan alamat praktek di Joanna. Nino Clinic, Komp, Perum. Dokter RSUD Dr. Soedarso, Pontianak. (Marpina Wulandari)

Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved