Mengalami Bibir Sumbing, Adila Tak Pernah Dapat Penolakan dari Teman di Lingkungannya

Belum paham, teman-teman mainnya dulu suka nanya. Om kok bibirnya luka, gitu jak

Mengalami Bibir Sumbing, Adila Tak Pernah Dapat Penolakan dari Teman di Lingkungannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MARPINA SINDIKA WULANDARI
Adila, peserta operasi bibir sumbing. 

Mengalami Bibir Sumbing, Adila Tak Pernah Dapat Penolakan dari Teman di Lingkungannya

PONTIANAK - Meski menderita kelainan bibir sumbing, Adila tetap bermain dan bersosialisasi seperti anak seusianya. Adila merupakan warga Sambas, Kalbar.

 Usianya 4 tahun 5 bulan, Adila dan kedua orangtuanya sedang menunggu antrean untuk pemeriksaan pertama sebelum menjalani operasi Bibir Sumbing di RS Mitra Medika Pontianak, Rabu (12/6/2019) pagi.

Ia bersama kedua orangtuanya berangkat dari kota Sambas pada Selasa malam dan langsung menuju RS Mitra Medika setelah mendaftarkan diri menjadi pasien yang mengikuti kegiatan operasi bibir sumbing gratis dari RS Mitra Medika.

Tidak ada sanak saudara di kota Pontianak tersebut, tujuan utama mereka hanyalah untuk mengikuti operasi bibir sumbing itu dan ingin segera kembali ke daerah asalnya.

Sang ayah, Handoyo mengatakan putrinya tersebut tidak pernah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari keluarga maupun lingkungannya.

Semua menerima keadaannya termasuk teman-teman bermainnya. 

Baca: Dapat Penghargaan Sebagai Polisi Teladan, Salbiah: Bekerja Tidak Boleh Setengah Hati

Baca: Kembali Berteman, Taylor Swift dan Katy Perry Dikabarkan akan Berkolaborasi

"Kalau di daerah saya sih nda ada yang jelekkan dia, lagi pula dia juga masih kecil. Belum paham, teman-teman mainnya dulu suka nanya. Om kok bibirnya luka, gitu jak," jelasnya.

Adila merupakan anak kedua dari dua bersaudara, orang tuanya bekerja sebagai petani.

Baca: Klasemen Sementara Kualifikasi Euro 2020, Inggris, Spanyol, Perancis dan Italia Kokoh Dipuncak

Dirinya hanya sempat satu kali bertanya kepada kedua orangtuanya, mengapa bibirnya luka.

Meski begitu, Adila dapat berbicara secara normal seperti anak-anak lainnya.

"Dia tu sempat sekali nanya, kok bibir aku sobek ya. Katanya gitu, cuma ya kami jelaskan sepemahaman dia," ujar sang ayah.

Kedua orangtuanya berharap, dengan menjalani operasi bibir sumbing tersebut nantinya kehidupan Adila bisa menjadi lebih baik lagi. Terutama disaat ia sudah dewasa dan mengerti tentang apa yang ia derita. 

"Harapannya ya dengan operasi ini, kehidupan dia sebaik baik. Nda malu sama teman-teman, nda tergantung sama kondisi dia," jelasnya. (*)

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved