Masyarakat Keluhkan Stok Gas Melon di Pangkalan Cepat Habis, Pengecer Tidak Dapat Jatah

Martinus (67) saat dijumpai Tribun ia sedang mengantre di pangkalan SPBU Desa Pasir mengatakan, stok gas elpiji tiga kilogram

Masyarakat Keluhkan Stok Gas Melon di Pangkalan Cepat Habis, Pengecer Tidak Dapat Jatah
TRIBUNPONTIANAK/Ya'M Nurul Anshory
Sulitnya mendapat gas melon di pengecer membuat warga rela antre menunggu pengiriman dari agen di SPBU Desa Pasir, Rabu (12/6/2019). 

Masyarakat Keluhkan Stok Gas Melon di Pangkalan Cepat Habis, Pengecer Tidak Dapat Jatah

MEMPAWAH - Setelah hari raya Idulfitri 1440 Hijriah, terjadi peningkatan signifikan terhadap penggunaan gas elpiji tiga kilogram bersubsidi dan berdampak pada sulitnya rumah tangga untuk mendapatkan gas melon tersebut.

Warga Desa Pasir, Martinus (67) saat dijumpai Tribun ia sedang mengantre di pangkalan SPBU Desa Pasir mengatakan, stok gas elpiji tiga kilogram di pangkalan begitu cepat habis.

Menurut keterangan dia hal itu, berbeda dengan beberapa waktu lalu, dimana stok di pangkalan biasanya habis dalam waktu lebih kurang dua hari.

"Kalau dulu si tidak (cepat habis_red), dalam minggu-minggu ini saja yang cepat habis, dulu biasanya dua hari baru habis," ujarnya, Rabu (12/6/2019).

Baca: TERPOPULER - Usman Siram Air Keras ke Anak Janda Idaman, Zul Zivilia, hingga Pemain Persib Bandung B

Baca: Pembangunan Jalan Bunut Hilir Target Selesai Tahun Ini, Manday-Embaloh Hilir Tak Dianggarkan

Martinus menuturkan, gas melon baru tersedia di pengecer dan toko-toko didalam gang pada sore sampai malam hari, dan ia sengaja mengantre di pangkalan untuk mendapat harga yang lebih murah.

Pangkalan gas elpiji menjual gas melon pertabung dengan harga Rp 16.500. Jika sudah sampai di tangan pengecer, harga gas melon bisa mencapai Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu.

"Di pangkalan harga sama semua, dan lebih murah, kalau pungecer sekitar Rp 20 ribu, ada yang jual Rp 25 ribu tapi bukan disekitar sini,"

Martinus mengatakan, saat ia mengantre di pangkalam SPBU Desa Pasir, gas elpiji tiga kilogram di pengecer dan toko-toko dalam gang sudah habis semua.

Hal itu memaksa dia harus menunggu sejak pagi hari di pangkalan sampai kiriman dari agen tiba. "Kalau di pengecer memang tidak menyediakan banyak, paling 10 tabung, dan biasa kita sekali beli dua tabung," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved