Dinas Kesehatan Harapkan Operasi Bibir Sumbing Gratis dapat Terus Terlaksana

Plt Kepala Dinas Kesehatan Drg. Hary Agung Tj. M. Kes ditemui Tribun Pontianak sesuai pembukaan kegiatan baksos Operasi Bibir Sumbing Gratis

Dinas Kesehatan Harapkan Operasi Bibir Sumbing Gratis dapat Terus Terlaksana
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Saat Plt Kepala Dinas Kesehatan Hary Agung Tj. M. Kes memberikan sambutan pada pembukaan acara baksos Operasi Bibir Sumbing Gratis di RS Mitra Medika 

Dinas Kesehatan Harapkan Operasi Bibir Sumbing Gratis dapat Terus Terlaksana

PONTIANAK - Plt Kepala Dinas Kesehatan Drg. Hary Agung Tj. M. Kes ditemui Tribun Pontianak sesuai pembukaan kegiatan baksos Operasi Bibir Sumbing Gratis di RS Mitra Medika menjelaskan sejatinya Pemerintah Provinsi, dan Dinas Kesehatan memberikan apresiasi kepada IDI dan RS Mitra Medika serta Ikatan Perhimpunan Dokter Bedah Plastik Kalimantan Barat yang sudah melaksanakan operasi bibir sumbing gratis dalam rangka bakti sosial tersebut, Rabu (12/06/2019) 

"Kegiatan ini dilakukan pada penderita anak-anak balita dan orang dewasa. Nah inilah adalah merupakan cacat bawaan dari lahir yang menggangu fungsi, baik itu fungsi makan, minum, pendengaran dan juga estetis. Yaitu nilai keindahan," jelasnya.

Ia juga mengharapkan partisipasi baik dari masyarakat yang memiliki cacat bawaan seperti bibir sumbing dan langit-langit seperti ini dapat melaporkan diri baik ke Dinas Kesehatan, IDI ataupun Rumah Sakit terkait untuk sama-sama melakukan pengobatan dan menerima perawatan.

Baca: Mantan KSAD George Toisutta Tutup Usia, Jenderal Andika Perkasa Pimpin Pemberangkatan Jenazah

Baca: Dansatgas Wanara Sakti Halalbihalal Keliling Lintas Sektoral

Baca: IDI Bekerjasama dengan RS Mitra Medika, Laksanakan Kegiatan Operasi Bibir Sumbing Gratis

Hal ini dikarenakan wilayah Kalimantan Barat yang luas sehingga dukungan dari semua pihak akan sangat membantu.

"Oleh karena itu maka di Kalbar ini, pada semua pihak siapa saja yang punya kepedulian terhadap masalah-masalah cacat bawaan bibir sumbing atau celah langit-langit ini kita akan menyambut baik karena pasti akan mempunyai dampak yang besar tingkat derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.

Ia juga menjelaskan setiap tahunnya pasti akan ada bayi yang lahir dengan kondisi cacat seperti itu sehingga ia menghimbau agar kegiatan serupa dapat terus berjalan dan terlaksana di berbagai daerah. Hal ini dikarenakan menurut perkiraannya, sepuluh tahun yang lalu jumlah pasien bibir sumbing tersebut di dominasi oleh orang dewasa, karena dulu jarang sekali kegiatan seperti itu.

Namun seiring berjalannya waktu, pasien dewasa sudah berkurang dan sekarang didominasi oleh anak-anak dan balita yang memang belum mendapatkan pengobatan. (Marpina Wulan)

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved