Laju IHSG Berpotensi Profit Taking

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berpotensi mengalami koreksi diwarnai aksi ambil untung, setelah mampu keluar

Laju IHSG Berpotensi Profit Taking
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini. 

Laju IHSG Berpotensi Profit Taking

JAKARTA - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (11/6/2019) dibuka mixed , berusaha melanjutkan tren kenaikan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang merespons penangguhan tarif impor Meksiko oleh Washington. Namun pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang disertai ancaman, tentang upaya perundingan dagang dengan China, menimbulkan kekhawatiran di bursa Asia.

Baca: Sukses dengan Sajian Lokal, Mercure Pontianak Kini Hidangkan Ikan Lais Bakar Sambal Cencalok

Baca: Prawn Pinapple Sauce, Rasakan Sensasi Lezatnya Sajian Baru Ibis Pontianak City Center

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,8% setelah dibuka kembali dari libur panjang akhir pekan, didukung kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks melaju 1,09% (70,50 poin) ke level 6.514,40 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak menguat 0,20% (42,14 poin) menjadi 21.176,56, setelah dibuka melemah 0,13%, di tengah apresiasi yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka cenderung mendatar diwarnai kejatuhan harga saham Hyundai sebesar1,05%, dan berlanjut menguat tipis 0,07% di posisi 2.100,97.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,18% (49,42 poin) di posisi 27.628,06 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka naik 0,27% menjadi 2.859,85.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil mengawali pekan ini dengan melanjutkan reli sejak sebelum libur panjang Lebaran.

Sementara IHSG kemarin ditutup melesat 1,3% ke level 6.289, investor asing net buy Rp 480,82 miliar.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan berpotensi mengalami koreksi diwarnai aksi ambil untung, setelah mampu keluar dari fase konsolidasi dengan didukung capital inflow, namun masih rentan koreksi minor. Secara teknikal beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi di area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, meredanya kekhawatiran investor seiring tercapainya kesepakatan AS dan Meksiko terkait penangguhan tarif impor diprediksi akan menjadi sentimen positif.

"Sementara itu berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah serta kenaikan harga beberapa komoditas seperti nikel, timah, batu bara diprediksi akan menambah katalis positif di pasar. Sementara itu IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan rentang support di level 6.240 dan resistance di level 6.335," tulisnya.

Beberapa ekuitas yang direkomendasaikan, antara lain;

Saham SSIA (Buy, Support: Rp600, Resist: Rp645), RALS (Buy, Support: Rp1.660, Resist: Rp1.780), INCO (Buy, Support: Rp2.730, Resist: Rp2.870),

PPRO (Buy, Support: Rp118, Resist : Rp128), ETF: XISI (Buy, Support: Rp349, Resist: Rp366), XISC (Buy, Support: Rp754, Resist: Rp791), XIPI (Buy, Support: Rp169, Resist: Rp176).

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved