Ritual Adat Ngaremah Jadi Cara Masyarakat Dayak Jaga Keseimbangan Dalam Kehidupan

Peneliti budaya Dayak, Yohanes S S Laon saat di temui Tribun Pontianak, di Jl Apel, Selasa (04/06/2019) menjelaskan sejatinya

Ritual Adat Ngaremah Jadi Cara Masyarakat Dayak Jaga Keseimbangan Dalam Kehidupan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina Wulan
Saat Yohanes S S Laon mempersiapkan ritual Adat Ngaremah di rumah Radank Pontianak 

Ritual Adat Ngaremah Jadi Cara Masyarakat Dayak Jaga Keseimbangan Dalam Kehidupan

PONTIANAK - Peneliti budaya Dayak, Yohanes S S Laon saat di temui Tribun Pontianak, di Jl Apel, Selasa (04/06/2019) menjelaskan sejatinya, ritual Adat Ngaremah yang dilakukan di rumah Radank Pontianak setelah PGD ke 34 berakhir adalah sebagai upaya menjaga keseimbangan antara manusia, Tuhan dan alam.

"Acara adat itu untuk menjaga keseimbangan, menjaga hubungan antara manusia dengan Tuhan, Menjaga hubungan antara manusia dengan alam dan menjaga hubungan antara manusia dan manusia agar tetap harmonis," jelasnya.

"Kita minta kepada Tuhan melalui roh-roh leluhur yang ada untuk terus menjaga harmonisasi antara tiga komponen tadi," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan mengapa ritual Adat Ngaremah ini dilakukan karena setelah PGD di rumah Radank Pontianak selesai, terdapat beberapa kejadian yang di luar nalar.

Baca: Jadwal Lengkap Pertandingan Copa Amerika Brasil 2019, Langsung Laga Big Match Argentina VS Kolombia

Baca: Kesadaran ASN Pemkab Sintang Masuk Hari Pertama Kerja Semakin Meningkat

Baca: Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 2019, Pemerintah Klaim Semakin Baik

"Sempat ada kejadian aneh, menurut kita manusia modern ini diluar dari logika, ada beberapa orang yang mau bunuh diri setelah gawai," ungkapnya.

Ia juga mengharapkan dengan diadakan ritual Adat Ngaremah tersebut para elit budaya Dayak dan masyarakat pada umumnya tidak menganggap negatif hal tersebut. Karena yang dilakukan hanyalah demi menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

"Saya harap para elit-elit Dayak yang ada di Kalbar, memandam yang macam-macam dengan apa yang kita lakukan ini," tambahnya.

"Kami sebagai orang-orang yang selama ini bergerak dalam kebudayaan Dayak. Bagaimana merevitalisasi kembali budaya-budaya Dayak, Kami aka coba mengangkat kembali, menarik kembali warisan leluhur Dayak yang menurut  tata cara asalnya, bukan yang dibuat-buat, bukan yang di kreasi," tutupnya.

Dalam kesempatan itu pula Yohanes menjelaskan, sejatinya Ritual Adat Ngaremah ini hanya boleh di beritakan setelah tiga hari berlalu. Karena ritual Adat Ngaremah ini memiliki peraturan sendiri yang tentunya wajib dipatuhi.

Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved