Mitos Bisnis Bubar di Generasi ke 3, Tak Berlaku untuk Tukang Gigi Adiwarna

Berusia nyaris satu abad, bukan hal mudah, terlebih menjalankan bisnis keluarga yang merupakan warisan kakek dan orangtua

Mitos Bisnis Bubar di Generasi ke 3, Tak Berlaku untuk Tukang Gigi Adiwarna
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wendy Cokro Generasi ke 3 dari Akiong yang merupakan owner Adiwarna saat potong tumpeng 90 tahun Adiwarna di hotel golden tulip 

Mitos Bisnis Bubar di Generasi ke 3, Tak Berlaku untuk Tukang Gigi Adiwarna

PONTIANAK - Berusia nyaris satu abad, bukan hal mudah, terlebih menjalankan bisnis keluarga yang merupakan warisan kakek dan orangtua, terlebih adanya mitos menyebutkan, bisnis keluarga akan bubar pada generasi ketiga.

Tetapi jasa gigi palsu yang dilakoni Adiwarna yang kini telah berusia 90 tahun, menjawab dan membantahkan kalau mitos bisnis keluarga akan bubar di generasi ketiga.

Adi warna yakni asa ahli gigi palsu yang terletak di kawasan pusat kota Pontianak ini, yang bermula mendapatkan ilmu gigi palsu ini dari dokter asal Jerman.

The Tjhai Kiong yang merintis usaha jasa gigi palsu ini memulai pada akhir abad 19, saat itu kota Pontianak masih di duduki penjajah Belanda.

The Tjhai Kiong yang merupakan pria yatim piatu dan masih berusia 11 tahun ‎hidup berkelana dan pekerja keras demi kelangsungan hidupnya seorang diri.

The Tjhai Kiong yang akrab di sapa Akiong yang saat itu belum memiliki tempat tinggal, memulai perjalanan hidup ketika mendapat pekerjaan tetap, menjadi wasit biliar di sebuah kedai.

Baca: April 2019, Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Kalbar Turun 3 Ribuan Orang

Baca: Jumlah Penumpang Angkutan Udara Dalam Negeri Yang Datang Turun Hingga 16,87 Persen

Baca: April 2019, Wisatawan Mancanegara Mencapai 5.012 Kunjungan

Hasil dari kerja tetapnya itu, ia terus berjuang dan seraya menabung untuk modal usaha yang bisa mengubah kehidupannya dan anak cucunya nanti.

Ilmu jasa gigi palsu ini,bermula ketika ia mengetahui ada klinik gigi milik seorang dokter yang berkebangsaan Jerman, kemudian ia tertarik saat orang Jerman itu sedang memasang gigi palsu ke pasiennya.

Setiap aktifitas yang di lakukan orang jerman tersebut, ia catat apa yang dilakukan dokter itu. Saking penasarannya, Akiong memutuskan untuk tidur lagi di emper klinik tersebut besok harinya.

Halaman
12
Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved