April 2019, Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Kalbar Turun 3 Ribuan Orang

Pitono mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Kalimantan Barat pada April 2019 mencapai 5.012 kunjungan.

April 2019, Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Kalbar Turun 3 Ribuan Orang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Pitono saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BPS) Provinsi Kalbar terkait Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Kalimantan Barat April 2019, Senin (10/6/2019). 

April 2019, Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Kalbar Turun 3 Ribuan Orang

PONTIANAK - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar kembali mengeluarkan berita resmi terkait Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Kalimantan Barat April 2019, Senin (10/6/2019).

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Pitono mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Kalimantan Barat pada April 2019 mencapai 5.012 kunjungan.

Sayangnya, angka ini justru menunjukan adanya penurunan hingga 38,61 persen dibandingkan dengan kunjungan wisman pada Maret 2019 lalu, yang tercatat sebesar 8.164 kunjungan.

“Kunjungan wisman April 2019 yang tertinggi datang melalui pintu masuk Pontianak (38,03 persen) kemudian disusul pintu masuk Entikong (26,60 persen) dan pintu masuk Nanga Badau (18,69 persen). Sedangkan pintu masuk Aruk merupakan pintu masuk dengan kunjungan terendah (16,68 persen), sementara kunjungan wisman Januari-April 2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya naik 25,16 persen,” jelas Pitono.

Baca: Kunjungan Wisman Mei Naik 4.415, Melalui Dua Pintu Masuk Ini Justru Turun Signifikan

Baca: 74 Persen Kunjungan Wisman ke Kalbar Masuk Lewat Jalur Entikong

Ia pun mengungkapkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang di Kalimantan Barat April 2019 sebesar 47,93 persen, naik 3,88 poin dibandingkan Maret 2019 sebesar 44,05 persen. 

“Hotel bintang 4 menempati urutan tertinggi dengan TPK 61,78 persen diikuti dengan Hote bintang 3 yaitu 44,72 persen. Kemudian diikuti hotel bintang 2 dengan TPK 43,70 persen, sedangkan Hotel bintang 1 menempati urutan terendah dengan TPK 32,61 persen,” ungkapnya.

Dan disebutkannya, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Non Bintang di Kalimantan Barat April 2019 naik 2,76 poin yaitu dari 27,85 persen pada Maret 2019 menjadi 30,61 persen.

“Kelompok kamar 10 sampai 24 menempati urutan tertinggi dengan TPK 34,21 persen, diikuti dengan kelompok kamar 25 sampai 40 sebesar 29,87 persen, kemudian kelompok kamar yang lebih dari 41 mencapai 29,47 persen, sedangkan kelompok kamar yang kurang dari 10 menempati urutan terendah dengan TPK 17,57 persen,” paparnya.

Dikatakannya juga, rata-rata lama menginap tamu Hotel Bintang di Kalimantan Barat pada April 2019, selama 1,71 hari, naik 0,11 hari dibandingkan Maret 2019, 1,60 hari.

“Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu asing April 2019 tercatat 3,69 hari, lebih lama 2,04 hari dibandingkan tamu Indonesia 1,65 hari, sedangkan Maret 2019 rata-rata lama menginap tamu asing 2,32 hari, lebih lama 0,75 hari dibandingkan tamu Indonesia 1,57 hari," ungkapnya. 

Baca: Gayatri: Memberdayakan Potensi Cross Border, Target 54 Ribu Kunjungan Wisman

Baca: Simak Penjelasan BPS Kalbar, Dua Kali Lipat Penduduk Miskin Ada di Perdesaan

"Jika dilihat dari klasifikasi Hotel Bintang, pada April 2019 tamu asing lebih lama menginap di hotel bintang 3 rata-rata selama 4,49 hari, sementara itu untuk ta mu domestik/Indonesia lebih lama menginap di hotel bintang 2 rata-rata selama 1,86 hari,” katanya lagi.

Dalam kesempatan ini, Pitono juga menyampaikan jumlah rata-rata lama menginap tamu Hotel Non Bintang di Kalimantan Barat pada April 2019, yaitu 1,49 hari, naik 0,10 hari dibandingkan Maret 2019, 1,39 hari.

“Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu asing April 2019 tercatat 1,07 hari, lebih singkat 0,42 hari dibandingkan tamu Indonesia 1,49 hari, sedangkan pada Maret 2019 rata-rata lama menginap tamu asing 1,17 hari, lebih lama 0,06 hari dibandingkan tamu Indonesia 1,11 hari," ujarnya. 

"Dilihat dari klasifikasi Hotel Non Bintang, pada April 2019 tamu asing lebih lama menginap di kelompok kamar 25 sampai 40, rata-rata selama 1,11 hari, sementara untuk tamu domestik/Indonesia lebih lama menginap di kelompok kamar 10 sampi 24, rata-rata selama 1,56 hari,” pungkasnya. (Mia Monica)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved