Sungai Landak Meluap, Air Masuki Rumah Warga dan Genangi Jalan

karena di sana infonya itu air sudah surut. Kemarin di sini air sudah mulai datang, dan hari ini semakin bertamba

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFONS PARDOSI
Banjir yang merendam jalan raya di Dusun Hilir Tengah, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang arah menuju Keraton Ismahayana Landak pada Minggu (9/6/2019). 

Sungai Landak Meluap, Air Masuki Rumah Warga dan Genangi Jalan

LANDAK - Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Landak tiga hari terakhir pada awal bulan Juni 2019, membuat beberapa daerah terkena banjir.

Satu di antaranya adalah sungai Landak yang meluap, sehingga sejumlah rumah dibantaran sungai landak di Ngabang pun mulai digenanggi air dengan ketinggian bervariasi sejak Sabtu (8/6/2019).

Hingga Miinggu (9/6/2019), air masih terus naik, akibatnya jalan di Dusun Hilir Tengah, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang yang menuju Keraton Ismahayana Landak terendam.

Akibatnya, aktifitas warga pun terganggu, sebagian warga yang hendak lewat pun terpaksa menggunakan perahu milik warga setempat.

Baca: Maling Helm, Seorang Residivis Diringkus Saat Transaksi

Baca: Durian Thailand Laku Seharga Rp 500 Juta Per Buah, Siapa Pembelinya?

A Rahman, warga Dusun Hilir Tengah yang rumahnya hampir digenangi air mengatakan, banjir tersebut adalah kiriman dari hulu sungai landak.

"Air kiriman dari Serimbu, karena di sana infonya itu air sudah surut. Kemarin di sini air sudah mulai datang, dan hari ini semakin bertambah," ujarnya.

A Rahman mengakui, banjir memang sering terjadi apabila intensitas hujan tinggi di hulu sungai landak.

"Baru tiga bulan kemarin banjir, ini sudah banjir lagi," sebutnya.

Ia mengungkapkan, banjir lebih mudah terjadi karena pohon-pohon di hulu sungai sudah banyak yang ditebang. Sehingga resapan air menjadi kurang.

"Hutan dan mulai habis di hulu sungai sana, diganti dengan sawit. Jadi ndak ada lagi yang nahan air. Siap-siap jak sering banjir," ucapnya.

Dirinya berharap, ada perhatian serius untuk pencegahan banjir. Meski tidak instan, tapi bisa berdampak pada generasi berikutnya. "Ya bisa juga tanam pohon-pohon lagi, untuk mencegah banjir 10 atau 15 tahun ke depan," ungkapnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved