Embrio Komunikasi Politik

Posisi Demokrat yang saat ini oposisi bukan hal aneh jika akan membelot ke kubu koalisi.

Embrio Komunikasi Politik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono 

Embrio Komunikasi Politik

JAKARTA- Pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri tak bisa dilepaskan dengan unsur politis. Pertemuan tersebut sebagai kepentingan strategis pribadi dan Demokrat.

Ikut bergabung dengan kabinet pemerintahan pemenang pemilu 2019 lebih menjamin eksistensi parpol yang bersangkutan dan calon yang digadang kelak akan ditampilkan.

AHY bisa mengikuti kegemilangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang pernah menjabat sebagai presiden dua periode jika dekat dengan koalisi pemenang.

Terlebih SBY tercatat pernah memiliki hubungan dengan Megawati yang saat ini menjadi Ketum parpol pengusung utama Jokowi-Ma'ruf.

Baca: BREAKING NEWS: 4 Ruko di Kawasan Pasar Inpres Sintang Terbakar, Sumber Api dari Lantai Tiga

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Senegal Vs Korsel | LIVE SCORE Perempat Final Piala Dunia U20 LIVE SupersoccerTV

Sejarah mencatat bahwa SBY dulu adalah Menkopolhukam di masa Presiden Megawati, sebelum melenggang menjadi presiden di 2004 dan 2009. AHY akan bisa melakukan hal yang sama jika masuk kabinet pemenang pemilu 2019.

Pertemuan AHY dengan Jokowi, juga silaturahmi AHY dengan Megawati bisa dilihat ke arah itu, yaitu embrio komunikasi politik untuk membuka akses atau jabatan politik dalam pemerintahan nanti.

Posisi Demokrat yang saat ini oposisi bukan hal aneh jika akan membelot ke kubu koalisi.

Koalisi 2019 dibentuk dalam konteks mengusung capres dan cawapres 2019 atas dasar pemenuhan ambang 20 persen presidential threshold. Secara politis, koalisi yang dibentuk itu bukanlah koalisi yang permanen, sehingga berpotensi berubah pasca pemilu 2019," tukasnya. 

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved