Ketum PD Muhammadiyah: Jangan Sebar Hoaks di Medsos, Jadi Rusak Akal Budi Ditempa Selama Ramadan

Diantaranya ujaran kebencian, perseteruan, permusuhan, saling hujat, dan hoaks menjadi hal yang biasa di berbagai media

Ketum PD Muhammadiyah: Jangan Sebar Hoaks di Medsos, Jadi Rusak Akal Budi Ditempa Selama Ramadan
TRIBUN PONTIANAK/HENDRY CORNELIUS
Ketum Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Sanggau Ade Djuandi 

Ketum PD Muhammadiyah: Jangan Sebar Hoaks di Medsos, Jadi Rusak Akal Budi Ditempa Selama Ramadan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Ketum Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Sanggau Ade Djuandi menyampaikan, Perayaan Idul fitri 1440 H tahun ini diharapkan menjadi momentum umat Muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada sang khalik (pencipta) sekaligus mencerahkan akal budi.

"Untuk mencapai akal budi yang sehat, dibutuhkan berbagai latihan. Salah satunya dengan berpuasa, seperti yang dilakukan pada saat ramadan lalu," kata Ade Djuandi kepada Tribunpontianak.co.id.

Dengan berpuasa, umat Muslim dilatih sedemikian keras. Tujuannya adalah agar terbentuk karakter Muslim yang beriman, bertaqwa dan berakhlak.

"Memang tidak mudah mewujudkan hal itu ditengah suasana kehidupan yang serba terbuka saat ini. Di perlukan benteng akhlak yang mulia sebagai perisai dan pencerah akal budi itu sendiri," katanya.

Baca: Pasca Pemilu 2019, Sutarmidji Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Kalbar di Hari Kemenangan

Baca: UPDATE Bom Kartasura | Terduga Teroris Disebut Dibaiat Langsung Pimpinan ISIS Al Baghdadi

Baca: ZODIAK Cinta Hari Ini Kamis 06-06-2019, Hari Ideal Buat Sagitarius dan Saatnya Scorpio Lepas Topeng

Baca: KISAH dan Pengalaman Mengerikan 3 Pasien Saat Jalani Operasi Tiba-tiba Pengaruh Obat Bius Hilang

Media sosial, lanjutnya, selain bermanfaat sebagai media interaksi yang cepat dan mudah, pada saat yang sama menjadikan penggunanya seolah-olah bebas berujar apa saja.

"Diantaranya ujaran kebencian, perseteruan, permusuhan, saling hujat, dan hoaks menjadi hal yang biasa di berbagai media," tuturnya.

Hal inilah, tegasnya, menjadi pemicu terbentuknya hubungan sosial semakin keras sehingga hilang rasa damai, ketentraman, dan keberadaban dalam kehidupan kemasyarakatan.

Akibat hal itu juga, akan mulai terasa adanya keruntuhan nilai-nilai utama yang bersumber pada agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur indonesia.

"Politik uang, permusuhan, kebencian, ghibah (mengguncing), mencari kesalahan orang lain bisa merusak akal budi yang sudah kita tempa selama ramadan,"pungkasnya. (*)

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rihard Nelson Silaban
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved