Lebih Sepi, Jumlah Penumpang di Bandara Supadio Turun Hingga Ribuan Orang

Jumlah tersebut mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya, dimana jumlah penumpang rata-rata mencapai 14 ribu pada saat moment jelang idul fitri

Lebih Sepi, Jumlah Penumpang di Bandara Supadio Turun Hingga Ribuan Orang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Suasana pengunjung Bandara Supadio Pontianak saat menjelang Lebaran 2019, Minggu (2/6). Tahun ini, dibanding periode sama tahun sebelumnya, jumlah penumpang turun hingga 2 ribu 

Lebih Sepi, Jumlah Penumpang di Bandara Supadio Turun Hingga Ribuan Orang

KUBU RAYA - Dari 1 Juni hingga 2 Juni, sekitar pukul 10.30 WIB, jumlah penumpang pesawat di bandara internasional Supadio sebanyak 12,5 ribu orang.

Hal itu diungkapkan oleh General Manager Supadio, Joh Mukhtar Rita, Senin (3/6/2019)

Dimana sekitar 50 persen dari kedatangan, dan sekitar 50 persennya lagi dari keberangkatan penumpang

Jumlah tersebut mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya, dimana jumlah penumpang rata-rata mencapai 14 ribu pada saat moment jelang idul fitri. 

Baca: Bandara Supadio Pontianak Ansipasi Lonjakan Penumpang

Baca: Jumlah Penumpang di Bandara Supadio Alami Penurunan Meski Jelang Lebaran

“Pertimbangan para konsumen memilih  alat transportasi lain. Saya rasa masyarakat sudah bijak memilih alternative transportasi ya, dimana ada angkutan laut, darat dan udara,” terangnya. 

Ia tak memungkiri, jika melihat dari media masa maupun sosial ada peningkatan signifikan dari moda transportasi laut.

Hal itu dibenarkan oleh Sumatri, yang pada tahun ini lebih memilih mudik ke Jawa menggunakan kapal laut. 

"Sekarang tiket mahal mbak, bisa 3 kali lipat kalau dibanding tahun lalu pas hari Raya begini. Mana mampu, kita meranau cari duit, mau pulang saja udah habis buat di jalan," ungkapnya. 

Baca: AP II Bandara Supadio Siapkan Posko Layanan Terpadu, Lancarkan Arus Mudik

Baca: Bandara Supadio Prediksi Akan Terjadi Peningkatan Penumpang Jelang Lebaran Hanya 0,7 Sampai 1 Persen

Meskipun sempat ada penurunan, namun bagi dia jumlah tersebut tak begitu berpengaruh. 

"Berapa sih kemarin turunnya ya, 16 persen kalau ndak salah. Banding naiknya kan tetap jauh mbak,  mana mampu,"  ungkapnya. 

Ia kemudian berharap, agar kondisi ini bisa teratasi,  mengingat moda transporasi udara sebenarnya merupakan yang paling efektif untuk menempuh jarak yang jauh.

"Ya kalau terjangkau sih kita pilihnya pasti pesawat ya, biar ndak kelamaan di jalan, tapi kalau harganya berlebihan juga ndak sanggup lah," katanya. 

Penulis: Bella
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved