Tanda Orang yang Berhasil Menjadi Lulusan "Madrasah" Ramadan

Maka dia memasuki satu syawal,dia menjadi manusia baru. Dengan tunas dan pikiran baru, hati baru

Tanda Orang yang Berhasil Menjadi Lulusan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Suasana buka Puasa bersama pada Bulan Ramadan 

Tanda Orang yang Berhasil Menjadi Lulusan "Madrasah" Ramadan

PONTIANAK - Setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah dibulan Ramadan, tentunya setiap insan diharapkan termasuk menjadi golongan orang-orang yang berhasil dan kembali fitrah dihari kemenangan.

Dosen IAIN Pontianak, Ustaz H Ma'ruf Zahran MAg mengatakan bagaimana ciri atau tanda seorang muslim yang berhasil dibulan Ramadan, yakni adanya perubahan pada dirinya.

"Karena Ramadan adalah madrasah sekolah, institut. Maka orang yang masuk dalam sekolah Ramadan, ketikab keluarnya dia menjadi alumni. Kita dilatih selama satu bulan, akan ada perubahan secara teori. Maka dia memasuki satu syawal,dia menjadi manusia baru. Dengan tunas dan pikiran baru, hati baru. Inilah manusia baru yang dilahirkan dari madrasah Ramadan," jelasnya, Sabtu (1/6/2019).

Baca: Ucapkan Selamat Atas Opini WTP 5 Tahun Berturut-turut, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Sanggau

Baca: Abang Indra: Remisi Adalah Hak Narapidana

Maka ia menegaskan satu diantara tujuan puasa Ramadan yakni perubahan kearah yang lebih baik. Maka ini menjadi bukti diterima atau tidak amalan puasanya.

"Perubahan dari apa, perubahan dari syirik ke tauhid, dari permusuhan menjadi saling mengasihi. Perubahan dari riya menjadi iklas. Perubahan ini lah menjadi pesan rohani dalam Ramadan ini yang harus kita ambil," jelasnya

Sebaliknya, jika tidak ada perubahan pada seseorang ketika saat Ramadan maupun setelah Ramadan ia termasuk orang yang gagal.

"Jika tidak kita ambil ini kita menjadi orang yang gagal, menjadi orang-orang yang dilahrikan dari Ramadan sebagai alumni Ramadan pada tahun ini," ujarnya

Maka seorang yang berhasil Ramadan ia akan menjadi manusia yang bertakwa. Takwa dalam menjalankan perintah Allah dengan tulus iklas tidak ada beban. Menjauhi larangan Allah dengan tulus. Menjauhi larangan Allah baik ketika dia sendiri maupun beramai-ramai. Takwa itu kepatuhan kepada Allah SWT yang sejalan dengan nilai- nilai Islam.

"Dari kepatuhan tumbuh kedamaian, kebahagiaan, keselamatan dunia dan akhirat. Maka ada korelasi ibadah dalam hal ini puasa, tujuan puasa sebagai bekal menghadap Allah diakhirat nanti untuk bekal kehidupan yang lebih lama," tukas Ma'ruf Zahran

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved