Penutupan Bulan Maria di Gereja St Yusuf Karangan Berjalan Lancar

Tampak patung Bunda Maria diarak di atas mobil yang dikendarai oleh umat, dan lambang-lambang litani yang dipikul oleh umat

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFONS PARDOSI
Suasana penutupan bulan Maria di St Yusuf Karangan   

Penutupan Bulan Maria di Gereja St Yusuf Karangan Berjalan Lancar

LANDAK - Ratusan umat Katolik Desa Karangan melaksanakan upacara penutupan bulan Maria di Paroki St Yusuf Karangan dengan tradisi perararakan patung bunda maria dan pernak pernik lainnya,  Jumat (31/5/2019).

Tampak patung Bunda Maria diarak di atas mobil yang dikendarai oleh umat, dan lambang-lambang litani yang dipikul oleh umat.

Diiringi juga oleh lagu-lagu yang biasa dilantunkan dalam doa rosario dan musik khas Dayak dari SDN 01 Karangan, menuju Gereja St Yusuf Karangan.

Upacara penutupan bulan Maria di Paroki St Yusuf Karangan kali ini sangat istimewa, karena sangat kental dengan budaya Dayak Kanayatn.

Baca: Peringati Hari Lahir Pancasila, Kemendikbud Gelar Upacara Bendera

Baca: Cuaca Terkini, Kapuas Hulu Diprediksi Hujan Disertai Petir

Bulan Maria biasanya diperingati tiap bulan Mei dan Oktober, berdasarkan tradisi gereja, bulan tersebut memang dikhususkan untuk menghormati Maria.

Kapolsek Mempawah Hulu Ipda Zulianto membenarkan adanya kegiatan masyarakat tersebut, dan dirinya telah memerintahkan enam personil untuk memberikan pengawalan dan pengamanan.

"Pada saat pelaksanaan rangkaian ibadah bulan Maria yang di laksanakan oleh Gereja St Yusuf Karangan, saya telah memerintahkan enam personil untuk memberika pengawalan dan pengamanan. Guna terciptanya situasi yang aman dan kondusif, serta kegiatan dapan berjalan dengan khidmat dan lancar," ungkap Zulianto.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved