Pembangunan Infrastruktur Masih Menggunakan Dana Desa, Ini Harapan Kepala Desa Punggur Kapuas

Keterbatasan anggaran menjadi satu diantara penyebab lambatnya pembangunan di Desa Punggur Kapuas. Sebelum nya desa Punggur

Pembangunan Infrastruktur Masih Menggunakan Dana Desa, Ini Harapan Kepala Desa Punggur Kapuas
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bangunan kantor Desa yang masih digunakan untuk 3 fungsi Kantor lainnya. 

Pembangunan Infrastruktur Masih Menggunakan Dana Desa, ini Harapan Kepala Desa Punggur Kapuas

KUBU RAYA - Keterbatasan anggaran menjadi satu diantara penyebab lambatnya pembangunan di Desa Punggur Kapuas. Sebelum nya desa Punggur Kapuas belum tersentuh pembangunan, namun sejak pemekaran dan dibangunnya jembatan pada 2014 perekonomian masyarakat mulai membaik.

Mengingat akses untuk membawa hasil pertanian masyarakat sudah tidak terhalang transportasi.

Kepala Desa Punggur Kapuas, Fortunius Darno saat bertemu Tribun Pontianak menjelaskan "Infrastruktur jalan masih di fokuskan, untuk mempercepat masyarakat kami untuk mencapai taraf kehidupan," jelasnya.

Sampai saat ini pembangunan jalan masih menggunakan dana Desa, padahal sebenarnya masih banyak sekali hal lain yang dapat menopang peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut dengan alokasi dana desa.

Baca: Hasil MotoGP Italia 2019 : Catatan Waktu Petrucci, Marc Marquez, Dovizioso, Lorenzo, Vinales, Rossi?

Baca: Gagas Ruang Sebagai Media Pendukung Pelaksanaan Konsultasi Publik Online RTR

Baca: Daya Saing Indonesia Naik 11 Peringkat, Ketersediaan Infrastruktur Turut Berkontribusi

"tetapi mau tidak mau kami harus fokus pada pembangunan infrastruktur dulu, karena infrastruktur yang bagus pasti memperlancar proses perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Banguna Kantor yang masih difungsikan untuk 4 Kantor sekaligus masih menggunakan dana dari provinsi sebanyak Rp 100 juta, dan menggunakan dana Desa untuk merenovasi.

Mayoritas masyarakat Desa Punggur Kapuas bekerja sebagai petani dan berkebun. Diantaranya berkebun kelapa dan sayur-sayuran.
Hasil panen kelapa ada pengepulnya, dan hasil panen sayur-sayuran biasanya langsung di jual ke pasar tradisional yang berada di Pontianak seperti pasar tradisional Flamboyan.

Keterbatasan dana tidak menjadikan pelayanan kepada masyarakat terhambat. Fortunius juga mengharapkan peran serta pemerintah dalam proses pembangunan Desa, karena sampai saat ini pembangunan masih menggunakan dana Desa.

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved