Breaking News:

4 April Nanti, Pontianak Gelar Festival Meriam Karbit, Siapkan 259 Batang Meriam

Posko utama Festival Meriam Karbit 2019 di Gang H Mailamah, Jalan Adi Sucipto dan Kelompok Meriam Putra Kapuas sebagai tuan rumah.

Penulis: Syahroni | Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Hirrah Ramadhan 1440 Hijriah diramaikan dengan Festival Meriam Karbit, Bedel Buloh, Tabuh Bedug, Ngeleman dalam rangka Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriah di Halaman Masjid Jami' Sultan Nata Sintang, Sabtu (1/6/2019) malam. 

4 April Nanti, Pontianak Gelar Festival Meriam Karbit, Siapkan 259 Batang Meriam

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak kembali menggelar festival budaya Meriam Karbit yang didukung oleh Forum Meriam Karbit.

Tahun 2019 ini, sebanyak 259 meriam telah terdaftar dari sejumlah kelompok masyarakat yang berpartisipasi.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap festival meriam kali ini lebih meriah dari tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa Forum Meriam Karbit Pontianak adalah kelompok yang menginisiasi, tentunya berkoordinasi dengan panitia dari pemerintahan setempat juga.

Posko utama Festival Meriam Karbit 2019 di Gang H Mailamah, Jalan Adi Sucipto dan Kelompok Meriam Putra Kapuas sebagai tuan rumah.

Baca: Bahasan Ingatkan Warga Penonton Festival Meriam Karbit Berhati-hati

Baca: Agenda Tahunan Bermuatan Budaya dan Pariwisata, Panitia Festival Meriam Karbit Bentuk Posko Pusat

Festival meriam karbit yang akan dimeriah 259 batang meriam yang terbuat dari balok kayu ini dimulai 19.30 WIB pada tanggal 4 April mendatang.

Edi Kamtono meminta panitia Festival Meriam Karbit mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan penyelenggaraan event ini.

"Festival Meriam Karbit ini merupakan agenda tahunan yang ada di Kota Pontianak saat malam takbiran. Mari kita semua sukseskan dan bagi yang menonton harus berhati-hati," ucap Edi Rusdi Kamtono, Minggu (2/6/2019).

Sebagai permainan tradisional, sambung Edi, permainan meriam karbit tidak bisa terpisahkan dengan kehidupan masyarakat Pontianak, terutama yang bermukim di pinggiran Sungai Kapuas.

Baca: Festival Meriam Karbit di Pontianak, Pelestarian Budaya yang Diharapkan Datangkan Wisatawan

Baca: Pemerintah Provinsi Diminta Anggarkan Festival Meriam Karbit

"Meriam Karbit ini merupakan bagian dari historis berdirinya Kota Pontianak dan saat ini juga sudah mendapat pengakuan sebagai budaya tak benda," tambahnya.

Berdasarkan rilis dari Humas Pemkot Pontianak bahwa meriam karbit terbuat dari kayu balok yang dililit dengan rotan. Meriam karbit memiliki ukuran panjang rerata antara 5 hingga 7 meter dan diameter 60 - 70 centimeter.

Untuk membunyikannya, dibutuhkan karbit yang dimasukkan ke dalam meriam hingga mencapai titik didih tertentu kemudian siap disulut.

Suara yang dihasilkan meriam karbit ini sangat menggelegar, bahkan getarannya bisa dirasakan oleh warga yang bermukim di sekitar area meriam itu dimainkan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved