Citizen Reporter

Wartakan Karya Tuhan melalui Tulisan dan Audio Visual di Paroki Santa Perawan Maria Makale

Kamera itu sebetulnya adalah kamera cahaya, fotography sebenarnya yaitu melukis dengan cahaya

Wartakan Karya Tuhan melalui Tulisan dan Audio Visual di Paroki Santa Perawan Maria Makale
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Misa pembukaan yang dipimpin olah RD. Kamilus Pantus, bersama 22 Imam dan satu Diakon dari setiap utusan Komsos Keuskupan Indonesia maupun imam paroki di Paroki Santa Perawan Maria Makale. 

Citizen Reporter
Komsos Keuskupan Agung Pontianak, Samuel

SINGKAWANG - Hari kedua di tanah Toraja, dimulai dengan Misa pembukaan yang dipimpin olah RD. Kamilus Pantus, bersama 22 Imam dan satu Diakon dari setiap utusan Komsos Keuskupan Indonesia maupun imam paroki di Paroki Santa Perawan Maria Makale.

Dalam misa pembukaan RD. Kamilus Pantus menjelaskan mengenai maksud dan tujuan dari PKSN yang ke- 6 di Tanah Toraja ini.

“PKSN yang ke 6 ini merupakan sebuah agenda tahunan dan kebetulan tahun ini merupakan tahun yang ke-6 kami mengadakannya di Tahan Toraja,” ujarnya.

“PKSN itu adalah Pekan Komunikasi Nasional yang dilaksanakan oleh orang-orang komunikasi dari setiap Keuskupan. Jadi setiap keuskupan mempunyai orang-orang komunikasi sendiri. Wajar saat kami datang denganciri khasnya yaitu kamera-kamera yang bapak dan ibu lihat dalam gereja ini,” katanya.

Baca: Pimpin Upacara Peringatan Lahirnya Pancasila, Ini Pesan Kapolresta Pontianak

Baca: SBY Ingin Cium Ani Yudhoyono Terakhir Kali, Beginilah Kisah Perjalanan Cinta Keduanya!

“Kesempatan ini merupakan kesempatan untuk kami bergawai alias merayakan pesta hari komunikasi se-dunia yang akan kita peringati pada hari minggu nanti. Dalam menjelang hari puncak itu, maka kami pengurus Komsos KWI merancang ini bersama selama sepekan yaitu dari senin sampai hari puncak perayaan hari komunikasi itu, maka kami sebut acara ini dengan Pekan  Komunikasi Nasional,” tambah RD. Kamilus Pantus. 

Usai misa kemudian dilanjutkan dengan Workshop Menulis Kreatif (Feratur & Essay) dengan Tema : Menulis Kreatif untuk Sesama yang dibawa oleh Budi Sutedjo (Visi Penulis Kreatif), R.B.E. Agung Noegroho (Penulisan Berita I & II), A. Margana ( Penulisan Feature I & II) yang dilaksanakan di Aula Paroki Makale.

Dalam diskusi chatting  bersama R.B.E. Agung Noegroho bersama Komsos.KAP malam tanggal 30 Mei 2019 itu. Ia mengatakan bahwa “yang paling penting dalam menulis adalah proses dari sebuah tulisan itu, bukan terletak pada hasil akhirnya. Dalam menulis tidak ada istilah seneor maupun pemula, semua sama yaitu harus melewati proses yang sama dalam menulis,” ujarnya.

Selaras dengan hal itu, saat berdiskusi bersama Bapak Budi Sutedjo juga mengutarakan kata yang sama yaitu “kita mesti tahu apa yang mau kita tulis, dari visi dan niat kita itulah menjadi patokan kita dalam melakukan kegiatan menulis. Menulis juga harus punya trik-trik, agar apa yang kita tulis itu meskipun satu paragraf namun sarat maknanya,” katanya.

Baca: Drum Band Meriahkan Penyambutan PKSN-6 oleh Umat Toraja

Selain pelatihan menulis kreatif, ada juga Workshop Audiovisual dengan tema : Menjadi Praktisi Film yang Cerdas yang dibawakan oleh Rm. Murti, SJ dari SAV Puskat bersama Timnya (Prinsip Dasar Sinematografi, Kamera dan Bahasa Kamera dan Laihan Edit), dan untuk narasumber selanjutnya masih dalam Audiovisual yaitu Rm. Agoeng Nugroho dengan materi menulis naskah untuk film dan berita. Acara ini dilaksanakan di tempat Asrama Putra Makale.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved