Selama Ramadhan, Satpol PP Kota Pontianak Ciduk 63 Orang Kedapatan Ngamar Bareng di Kos-kosan

Dari hasil razia kos tersebut, pihaknya telah mengamankan sebanyak 63 orang. Dari 63 orang tersebut 6 di antaranya merupakan anak dibawah umur.

Selama Ramadhan, Satpol PP Kota Pontianak Ciduk 63 Orang Kedapatan Ngamar Bareng di Kos-kosan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Pendataan yang dilakukan oleh Satpol PP usai ciduk muda - mudi yang kedapatan ngamar bareng, beberapa waktu lalu 

Selama Ramadhan, Satpol PP Pontianak Ciduk 63 Orang Kedapatan Ngamar Bareng di Kos-kosan

PONTIANAK - Dalam rangka melakukan penegakan perda Ketertiban Umum untuk pencegahan tindak asusila dikota Pontianak, Satpol PP Pontianak secara rutin melaksanakan Razia rumah Kos di seluruh wilayah Kota Pontianak, terlebih pada masa bulan Ramadhan seperti.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundangan Satpol PP Kota Pontianak, Nazaruddin saat di temui Tribun di kantornya Jumat (31/5/2019) mengatakan bahwa selama bulan Ramadhan ini, pihaknya telah melaksanakan sebanyak 9 kali razia rumah kos di wilayah Kota Pontianak yang di mulai sejak tanggal 1 Mei 2019.

Dari hasil razia kos tersebut, pihaknya telah mengamankan sebanyak 63 orang.

Dari 63 orang tersebut 6 di antaranya merupakan anak dibawah umur.

Baca: Tindak Lanjuti Edaran Walikota, Satpol PP Pontianak Bakal Tertibkan Tempat Hiburan Bandel

Baca: Satpol PP Pontianak Amankan 9 Orang Saat Razia Kos-kosan

Namun untuk jumlah tangkapan sendiri pada tahun ini mengalami penurunan di banding bulan ramadhan tahun lalu yang berjumlah 78 orang.

"Kami melakukan razia itu sudah sebanyak 9 kali, dari tanggal 1 Mei itu, walau tanggal merah kami tetap laksanakan, dan yang terjaring selama bulan Ramadhan ini sebanyak 63 orang, atau 27 pasang, 27 kali 2 kan 54, tapi itu ada didalam kamar yang kadang lebih dari 1 pasang berlima, berempat, turut kita amankan,"Ujarnya.

Nazaruddin menegaskan, bahwa setiap orang yang kedapatan berduaan di dalam sebuah kamar tanpa memiliki ikatan yang resmi (menikah) dan tidak bisa menunjukan bukti bahwa mereka merupakan pasangan sah di mata hukum, maka akan ditindak dan di data di kantor satpol PP Pontianak. 

Selanjutnya akan mengikuti sidang tipiring di Pengadilan Negeri Pontianak.

"Untuk sanksi tetap kami akan tipiring, kita sidangkan, kita bawa ke pengadilan hari itu juga, hari itu juga kita sidangkan, dan dapat keputusan dari hakim, ada yang denda 300 ribu, 500 ribu, ada yang 700 ribu,"tegasnya.

Baca: Satpol PP Pontianak Bubarkan Peringatan Hari Tari Dunia, Seniman Kecam Sikap Wali Kota Edi Kamtono

Baca: Dosen dan Mahasiswa Alami Penganiayaan saat Satpol PP Pontianak Bubarkan Peringatan Hari Tari Dunia

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved