Wasekjen PKB Sebut Pancasila Adalah Mahakarya

Wasekjend PKB, Daniel Johan menyebut jika pancasila merupakan suatu mahakarya....................

Wasekjen PKB Sebut Pancasila Adalah Mahakarya
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Umum PKB, A Muhaimin Iskandar bersama Wasekjend, Daniel Johan saat menerima lambang burung garuda dari Kesultanan Sintang belum lama ini. IST 

Wasekjen PKB Sebut Pancasila Adalah Mahakarya

PONTIANAK - Wasekjend PKB, Daniel Johan menyebut jika pancasila merupakan suatu mahakarya.

Hal ini diungkapkannya guna menyambut hari lahir Pancasila 1 Juni.

"Pancasila adalah sebuah mahakarya. Masterpiece yang hadir saat negeri ini tercabik dan terluka parah akibat kolonialisme. Ia menjadi perekat bagi semua yang terbelah. Menjadi jawaban bagi setumpuk pertanyaan tentang bagaimana mengubah aku dan kamu menjadi kita," katanya, Jumat (31/05/2019).

Diterangkannya, Pada suatu pagi di bulan Juni tahun 1945, Kyai Hasyim Asy'ari memanggil putranya, Wahid Hasyim. Menyampaikan bahwa, setelah melewati tirakat berhari-hari, Pancasila adalah sejalan dengan syari'at Islam.

Baca: Dinas PUPR Sekadau Fokus Percepatan Pembangunan di 2019

Baca: FOTO: Suasana Jelang Malam di Waterfront Kota Pontianak

Baca: Ketua Himpunan Ahli Konstruksi: Jembatan Kapuas II Bisa Ambruk

Menurutnya, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah prinsip ketauhidan dalam Islam (hablum minallah), sementara empat sila lainnya adalah wujud kasih kepada sesama ciptaanNya (hablum minallah).

"Kata-kata Mbah Hasyim adalah keputusan final yang membungkus rapat segala keraguan di kalangan jamaah NU. Kalangan nonmuslim dan minoritas lalu menyambutnya, dan bersiap menjadikan prinsip baru ini sebagai rumah besar tempat berteduh. Sebuah tempat yang kehadirannya menegaskan bahwa kita ini, siapa pun dan apa pun dengan berbagai ragam suku agama dan latarbelakang adalah Indonesia. Bagian sah dari Republik ini, yang setara hak dan tanggung jawabnya di mata hukum dan UU," terangnya.

Ia mengatakan, PKB merupakan bagian utuh dari Pancasila karena digaris nasionalis agamis.

"Pancasila adalah jalan tengah dan PKB adalah bagian utuhnya. Partai yang berjalan di garis nasionalis agamis. Kami berjalan lurus sambil memegang Garuda kuat-kuat," jelasnya.

"Kami dedikasikan partai ini untuk perjuangan mengawal kebangsaan dan kebhinekaan, persamaan, kemanusiaan, dan keadilan, bagi semua warga Indonesia, yang berhak mendapat kepastian hidup baik sosial, ekonomi, politik, dan budaya, sampai kapan pun, seperti doa Mbah Hasyim dan cita cita Bung Karno," Daniel melanjutnha.

Karena itulah, kata dia, PKB disebut dari NU untuk bangsa. Kebangkitan untuk segenap warga Indonesia, kebangkitan untuk Bangsa. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved