Erma S Ranik Soroti Pileg dan Pilpres Diselenggarakan Serentak, Ini Alasannya

Lebih lanjut, ia mengatakan Demokrat selalu mendorong agar pileg dan pilpres dipisahkan. Namun kalah saat voting di parlemen.

Erma S Ranik Soroti Pileg dan Pilpres Diselenggarakan Serentak, Ini Alasannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Erma Suryani Ranik 

Erma S Ranik Soroti Serentaknya Pileg dan Pilpres, Ini Alasannya

PONTIANAK - Satu diantara legislator Kalbar dari Partai Demokrat, Erma S Ranik menyoroti dilaksanakannya pileg dan pilpres serentak di pemilu 2019.

Walaupun memang, diakuinya pelaksanaan pemilu kali ini berlangsung aman disertai partisipasi masyarakat yang tinggi.

"Pemilu berlangsung dengan aman dan baik, partisipasi masyarakat juga bagus, sistemnya kan sama kayak 2004 proporsional terbuka," katanya, Jumat (31/05/2019).

Namun di Pemilu 2019 ini, menurut Erma perolehan suara Demokrat memang trendnya turun di seluruh Indonesia.

Baca: Erma S Ranik Harap Seluruh Pihak Dapat Menahan Diri dan Tidak Terprovokasi

Baca: Daftar Pendatang Baru DPR RI Kalbar 1, Katherina Oendoen Hingga Erma Ranik Gagal Lolos

Termasuk dirinya yang gagal melenggang diperiode kedua untuk ke Senayan.

"Secara umum semua partai mengalami efek pileg dan pilpres bersamaan. Ada partai yang diuntungkan karena pileg dan pilpres bersamaan. Ada partai yang suaranya malah turun akibat pileg dan pilpres bersamaan. Demokrat salah satunya yang mengalami penurunan suara," tuturnya.

Tetapi, lanjut Erma timnya pribadi sudah evaluasi internal dan sudah memetakan titik-titik lemah serta akan diperbaiki dengan serius.

Baca: Erma Ranik Sampaikan Pidato Kekalahan Pileg 2019, Pastikan Partai Demokrat Tak Punya Kursi DPR RI

Baca: Angkat Bicara Terkait Kasus Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak, Ini Penjelasan Erma Ranik

Lebih lanjut, ia mengatakan Demokrat selalu mendorong agar pileg dan pilpres dipisahkan. Namun kalah saat voting di parlemen. 

Terlebih diketahui pemilu 2019 ratusan jiwa penyelenggara pemilu ditingkat bawah meninggal dunia.

"Ini akibat pileg dan pilpres bersamaan. Harusnya dipisah, terlalu banyak yang meninggal, dari dulu udah kami suarakan. di paripurna kalah suara kena partai pemerintah," katanya. (dho)
 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved