Lewat Pelatihan Digital Kufi, Dosen UBSI Pontianak Bangun Jiwa Technopreneur PRISMA
Ilmu digital kufi ini sebagai pengetahuan baru bagi mereka untuk membuat desain digital seperti kaligrafi kufi
Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
Lewat Pelatihan Digital Kufi, Dosen UBSI Pontianak Bangun Jiwa Technopreneur PRISMA
PONTIANAK - Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Pontianak kembali melaksanakan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Masyarakat (PM).
Kegiatan PM dilaksanakan di Masjid Al-Amiin, Jalan Atot Ahmad Pontianak Barat.
Adapun tema yang diangkat adalah Pemanfaatan Digital Kufi untuk Meningkatkan Technopreneur Pada Pemuda & Remaja Islam Masjid Al-Amiin (PRISMA).
Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Panny Agutia Rahayuningsih ini berlangsung selama tiga hari yakni pada tanggal 18, 19, dan 26 Mei 2019.
Tutor berjumlah tujuh orang, empat diantaranya dosen UBSI Pontianak, dibantu dengan tiga mahasiswa dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang yang merupakan anggota PRISMA.
Panny menuturkan tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada PRISMA untuk menanamkan dan mengembangkan jiwa technopreneur dengan penguasaan ilmu desain digital yang matang.
Baca: Bumdes Bekayas Jaya di Air Upas Beri Simpan Pinjam untuk Perempuan
Baca: Elvasense, Inovasi Baru Pantau Gula Darah via Gadget
Sasaran kegiatan PM kali ini adalah para pemuda dan remaja Masjid Al-Amiin Pontianak yang merupakan masyarakat yang ingin mencoba memulai usaha desain. Dan yang cocok bagi remaja saat ini adalah dengan memanfaatkan teknologi untuk memulai usaha atau yang dikenal dengan istilah technopreneur.
Karena menurut Panny dan timnya technopreneurship merupakan hal yang perlu dikenalkan bagi para remaja saat ini agar bisa menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif.
“Ilmu digital kufi ini sebagai pengetahuan baru bagi mereka untuk membuat desain digital seperti kaligrafi kufi, bisa juga untuk membuat logo produk atau komunitas dan masih banyak lagi desain lainnya yang memanfaatkan digital kufi,”ujar Panny.
Diawali dengan pengenalan tentang technopreneurship dan digital basic kufi, selanjutnya pelatihan pembuatan kaligrafi kufi dengan memanfaatkan software design Adobe Photoshop.
Diakhir ada evaluasi hasil pelatihan yakni para peserta mengerjakan masing-masing desain kaligrafi dengan nama mereka sendiri.
Para tutor berharap semua peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan dengan baik serta dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitas dalam dunia technopreneurship.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ubsi-pelatihan.jpg)