Kasus Bunuh Diri di Pontianak, Psikolog Muda Ungkap Penyebab Utama Bunuh Diri Adalah Lingkungan

Dalam sebulan terakhir warga Kota Pontianak dihebohkan dengan beberapa kejadian terkait warga hendak atau melakukan bunuh diri.

Kasus Bunuh Diri di Pontianak, Psikolog Muda Ungkap Penyebab Utama Bunuh Diri Adalah Lingkungan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Psikolog, Patricia Elfira Vinny 

Beberapa Kasus Bunuh Diri di Pontianak, Psikolog Muda Ungkap Penyebab Utama Bunuh Diri Adalah Lingkungan

PONTIANAK - Dalam sebulan terakhir warga Kota Pontianak dihebohkan dengan beberapa kejadian terkait warga hendak atau melakukan bunuh diri.

Dan yang masih sangat segar dalam ingatan yakni upaya yang dilakukan VN kemarin (Rabu (29/5/2019).

Gadis asal Pontianak Utara yang nekat naik di atas semen penghubung antara patung Burung Enggang dan Rumah Radank Pontianak untuk bunuh diri, bahkan ia menyayat tangannya di atas sebelum petugas dapat membujuk dan menyelematkannya.

Tak hanya itu , pagi tadi, seroang pria tewas terpanggang di rumahnya, dari hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian, Kapolresta Pontianak Kombespol Muhammad Anwar Nasir mengatakan bahwa ada dugaan korban yang meninggal tersebut merupakan bunuh diri, yang mana Kapolresta meyampaikan hal ini di kuatkan dengan keterangan seorang teman korban yang mengatakan bahwa korban akan melakukan bunuh diri.

Baca: Musda PDI Perjuangan Tunggu Petunjuk Teknis DPP

Baca: Bupati Atbah Pantau Arus Mudik di Pelintasan PLBN Aruk, Temukan Barang Terlarang

Baca: Live Streaming & Starting XI Persebaya Surabaya VS PSIS Semarang di Indosiar Pukul 20.30 WIB

Menurut Patricia Elfira Vinny, M.Psi seorang Psikolog, hal sangat mendasar yang menjadi pencetus utama seseorang nekat melakukan tindakan bunuh diri adalah lingkungan.

"Lingkungan disini ada 2 sisi, yaitu internal (keluarga) dan eksternal (status ekonomi - sosial),"ungkap psikolog muda itu.

Ia menjelaskan Kasus yang terjadi secara beruntun bisa saja memunculkan dinamika bahwa ada sesuatu hal yang perlu dibenahi, Khususnya dalam penanganan kasus bunuh diri yang erat kaitannya dengan kondisi kejiwaan seseorang.

Untuk itu, ia menyarankan masyarakat agar senantiasa menjaga hubungan baik antara satu dan yang lain, khususnya orang terdekat yakni keluarga.

"Dimana selain individu, orang terdekat juga perlu mengetahui bagaimana pencegahan kasus ini terjadi, Setidaknya meminimalisir kejadian dengan cara melakukan pendekatan dengan anggota keluarga yang dianggap riskan melakukan tindakan tersebut,"jelas Psikolog yang memiliki paras cantik tersebut

Sikap acuh tak acuh, dinilainya juga dapat menjadi penyebab utama kasus bunuh diri, dan ia kembali menekankan bahwa Keluarga merupakan benteng utama dalam mencegah hal ini.

"karena jika keluarga tidak punya kepedulian terhadap anggota keluarganya, hal hal yang tidak diinginkan seperti ini rentan terjadi,"kayanya.

Selain itu, dirinya juga menyarankan kepada masyarakat khususnya remaja, bila memilki masalah, hendaknya terbuka kepada orang lain dan tidak menjadi orang yang tertutup.

"Mungkin lebih ke pencegahan ya. Pertama, kesediaan mencari bantuan pada ahlinya, kedua keterbukaan untuk menerima solusi yang ditawarkan oleh orang terdekat. Kecenderungannya remaja kurang mau untuk mendengarkan sehingga mereka mengambil keputusan atas pikiran mereka sendiri. Sehingga kesediaan dan keterbukaan ini perlu sekali dimiliki oleh para remaja

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved