3 Top News

TERPOPULER - Kemungkinan Prabowo - Sandi Menang, Jisoo BLACKPINK, hingga Ustaz Abdul Somad

Empat pakar hukum mengungkap kemungkinan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menang di Mahkamah Konstitusi...

TERPOPULER - Kemungkinan Prabowo - Sandi Menang, Jisoo BLACKPINK, hingga Ustaz Abdul Somad
Kolase/Tribunpontianak.co.id
TERPOPULER - Kemungkinan Prabowo - Sandi Menang, Jisoo BLACKPINK, hingga Ustaz Abdul Somad 

TERPOPULER - Kemungkinan Prabowo - Sandi Menang, Jisoo BLACKPINK, hingga Ustaz Abdul Somad 

Beragam informasi disajikan tribunpontianak.co.id sepanjang Selasa (28/5/2019) kemarin.

Tak hanya informasi hari peristiwa yang terjadi di Kalbar saja melainkan nasional, internasional hingga beragam informasi menarik lainnya.

Baik seputar politik, hiburan, tips, kesehatan hingga olahraga.

Berikut rangkuman berita terpopuler hingga Rabu (29/5/2019) pagi.

1.  Empat Pakar Hukum Ungkap Kemungkinan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno Menang di Mahkamah Konstitusi
 

Pasangan capres dan cawapres nomor 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menggelar konferensi pers didampingi tim Badan Pemenangan Nasional menyikapi hasil perhitungan suara KPU, di Kertanegara, Jakarta, Selasa (21/5/2019). Prabowo-Sandi menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 yang telah dilakukan KPU, karena dianggap terjadi kecurangan.
Pasangan capres dan cawapres nomor 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menggelar konferensi pers didampingi tim Badan Pemenangan Nasional menyikapi hasil perhitungan suara KPU, di Kertanegara, Jakarta, Selasa (21/5/2019). Prabowo-Sandi menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 yang telah dilakukan KPU, karena dianggap terjadi kecurangan. (WARTA KOTA/ADHY KELANA)
 
Empat pakar hukum mengungkap kemungkinan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menang di Mahkamah Konstitusi.

Hal itu setelah kubu Prabowo - Sandiaga mengajukan gugatan Pilpres 2019alias sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (24/5/2019) kemarin.

Namun demikian, untuk sampai mengubah hasil Pilpres 2019, hal itu jelas tidak mudah. 

Berikut pandangan pakar hukum terkait kemungkinan tersebut:

1. Refly Harun

Saat ditanya mungkin tidak kalau secara kuantitatif apa yang dilaporkan BPN Prabowo - Sandi dibuktikan dengan waktu yang sebegitu ketat, Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harunmengatakan ada dua aspek pendekatan.

Satu kuantitatif dan yang kedua kualitatif.

"Kalau kuantitatif ini BPN harus bisa membuktikan bahwa mereka itu dikurangi, dicurangi atau ada penggelembungan suara bagi pasangan 01, sejumlah separo dari 16.957.123 suara. Artinya kira-kira ada sekitar 8,5 juta suara," kata Refly.

Halaman
123
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved