Liputan Khusus

Tak Ada Sekolah Favorit

Biasanya ada sekolah yang menjadi sekolah favorit dan memiliki lingkungan yang bagus.

Tak Ada Sekolah Favorit
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Penerimaan peserta didik baru 

Tak Ada Sekolah Favorit

PONTIANAK - Lukniwati adalah satu di antara orangtua siswa yang anaknya akan masuk ke jenjang SMA.

Tahun ini anaknya akan mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru dengan sistem zonasi.

Sebagai orangtua sekaligus guru sekolah swasta, ia mengatakan jika diterapkan sistem zonasi pasti ada sisi baiknya tapi ada sisi jeleknya juga. Jadi memiliki keseimbangan.

Biasanya ada sekolah yang menjadi sekolah favorit dan memiliki lingkungan yang bagus.

Namun, ada beberapa sekolah yang memang kurang dalam segi lainnya yang membuat sekolah tersebut kurang diminati.

Baca: Disdikbud Terapkan Sistem Zonasi Khusus, Sekolah Favorit Dipaksa Terima Siswa Non Prestasi

Baca: Update, Stok Darah Golongan O Capai 27 Kantong di UTD PMI Sanggau

"Pengaruh sistem zonasi itu juga untuk guru-guru yang merasa sekolahnya di pinggiran yang tidak favorit memang sangat menguntungkan," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Senin (27/5).

Lalu sekolah tersebut akan dapat anak pintar. Tapi bisa jadi anak pintar ini nanti akan terpengaruh jika lingkungannya kurang baik.

"Anak saya dua-duanya masuk di sekolah yang lumayan favorit satunya di SMA N 1 Pontianak dan SMP N 3 Pontianak. Menurut saya sekolah akan berpengaruh ke mental anak," terangnya.

Jika menggunakan zonasi berpengaruh juga untuk anak memilih teman karena dalam hal memilih teman yang baik itu susah.

Kalau menurutnya pribadi guru swasta dalam hal ini sangat diuntungkan sekali dengan adanya sistem zonasi.

Artinya, orang tuamurid yang menginginkan anaknya masuk sekolah favorit tapi tidak bisa lolos, karena tidak mau terpengaruh dengan lingkungan yang seperti itu akhirnya lari ke sekolah swasta .

"Untuk saya sendiri semua saya kembalikan ke anak saya yang jelas saya sudah membekali dia sejak dini dalam hal mengambil sikap. Termasuk saat bersosialisasi dengan lingkungan," terangnya.

Ia berharap untuk guru sekolah negeri harus menambah kualitas dalam segala hal yang selama ini banyak dimiliki oleh guru swasta.

"Kalau guru swasta hal tersebut merupakan daya jual yang tinggi, tapi guru negeri biasanya yang seperti ini kurang semangat," pungkasnya. (ang)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved