Kisah Bakri, Supir Angkutan Umum Singkawang Sambas Curhat Sepi Penumpang

Satu di antara awak angkutan umum, Bakri (54) mengaku terjadi sepi penumpang dalam dua bulan terakhir.

Kisah Bakri, Supir Angkutan Umum Singkawang Sambas Curhat Sepi Penumpang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Satu di antara awak angkutan umum trayek Singkawang Sambas, Bakri (54) saat ditemui usai inspeksi keselamatan atau pemeriksaan kendaraan yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Singkawang, bersama Satuan Lalu Lintas Polres Singkawang dan Jasa Raharja Kota Singkawang menjelang hari raya Idul Fitri di Terminal Pasiran, Jalan Stasiun, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat Kota Singkawang, Rabu (29/5/2019).  

Kisah Bakri, Supir Angkutan Umum Singkawang Sambas Curhat Sepi Penumpang

SINGKAWANG - Dinas Perhubungan Kota Singkawang, bersama Satuan Lalu Lintas Polres Singkawang dan Jasa Raharja Kota Singkawang melakukan inspeksi keselamatan atau pemeriksaan kendaraan angkutan umum menjelang hari raya Idul Fitri.

Pemeriksaan dilakukan di Terminal Bengkayang, Jalan Kurau, Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah dan Terminal Pasiran, Jalan Stasiun, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat Kota Singkawang, Rabu (29/5/2019).

Satu di antara awak angkutan umum, Bakri (54) mengaku terjadi sepi penumpang dalam dua bulan terakhir.

Bahkan menjelang lebaran juga tak membuat ramai penumpang.

Baca: Sidak, Petugas Temukan 2 Kendaraan Angkutan Umum Tak Layak di Singkawang

Baca: Dinas Perhubungan, Sat Lantas, Jasa Raharja dan BNN Singkawang Lakukan Pemeriksaan Kendaraan

"Ekonomi kurang bagus, karet turun, padi turun, jadi orang belanja susah," katanya.

Bakri sudah 20 tahun belakangan ini menjadi supir. Saat ini ia membawa kendaraannya dengan trayek Singkawang Sambas untuk satu kali perjalanan setiap harinya dengan tarif Rp 30 ribu.

Setiap harinya ia harus mengeluarkan biaya operasional bahan bakar minyak dan pembagian keuntungan dengan hitungan 60 persen kepada pemilik kendaraan, sementara awak kendaraan mendapatkan 40 persen.

"Keuntungan bersih sekitar Rp 100 ribu lebih perhari," tuturnya. (doi)

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved