Citizen Reporter

Disporapar Sintang Bertemu LTKL, Bahas Festival Bukit Kelam 2019

Pertemuan kedua lembaga tersebut untuk menyamakan persepsi dan saling mendukung tentang pelaksanaan Festival Bukit Kelam Tahun 2019.

Disporapar Sintang Bertemu LTKL, Bahas Festival Bukit Kelam 2019
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Asisten III Bupati Sintang, Marchues Afen beserta seluruh organisasi perangkat daerah Kabupaten Sintang, perwakilan kementerian, sektor swasta, media, dan juga mitra-mitra pembangunan menghadiri pertemuan “A Taste of Kalimantan: Eskplorasi Rasa dan Kebudayaan Kabupaten Sintang di Restoran KAUM Jakarta, Kamis (23/5/2019) kemarin 

Selain panjang tebing bukit kelam, peserta juga dapat mengikuti olahraga senapan angin, lomba lari 10 km dengan pemandangan taman wisata bukit kelam dan juga bersepeda santai. 

Dalam sisi budaya, peserta akan disuguhkan dengan pagelaran budaya yang akan menampilkan atraksi seni dari masyarakat yang didominasi oleh Suku Dayak dan Melayu.

Baca: Implementasi LTKL Tergantung Kearifan Lokal Kebupaten Sintang

Baca: LKTL Perkenalkan “Sambal Lais” Khas Sintang di Restoran di Jakarta

Pagelaran ini akan menampilkan Legenda Bujang Sebeji, tokoh legenda dari cerita rakyat Sintang tentang asal usul bukit kelam. 

Tidak kalah penting, lantunan suara sape, musik tradisional Kabupaten Sintang  ini juga akan diperdengarkan kepada seluruh peserta festival

Tidak hanya sampai disitu, peserta juga akan diperlihatkan dengan Gawai Dayak Sintang. Ini merupakan ungkapan syukur atas panen padi yang melimpah. 

Kegiatan ini akan menampilkan ritual dan upacara tradisional otentik suku Dayaj, parade budaya dan kompetisi permainan tradisional seperti menyumpit, pangkak gasing, melukis, perisasi, menangkap babi, dan masih banyak lagi. 

Sejalan dengan program wisata lestari yang digencarkan oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Kabupaten Sintang akan menerapkan prinsip “ramah lingkungan”dalam seluruh rangkaian kegiatan Kelam Tourism Festival 2019. 

Kabupaten Sintang sebagai inisator terbentuknya LTKL akan meminimalisir penggunaan kemasan sekali pakai seperti penggunaan piring rotan dan daun pisang untuk konsumsi kegiatan, tidak menggunakan botol/tas plastik, serta menyediakan isi ulang air minum bagi pembawa tumbler. 

Peserta juga akan diwajibkan untuk menjaga kebersihan serta tidak merusakan kawasan wisata bukit kelam.

Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang mengajak seluruh peserta untuk datang ke Sintang dan mengikuti rangkaian kegiatan “Kelam Tourism Festival 2019”  ini. 

“Hanya butuh waktu sekitar 2 jam untuk bisa mendarat di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dengan berpartisipasi pada festival ini, peserta juga turut berkontribusi pada kelestarian alam dan budaya Kabupaten Sintang," tutup  Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Hendrika. 

Penulis: Wahidin
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved