TRIBUN WIKI

Dibalik Kenikmatannya, Rendang Miliki Kilas Balik Makna Budaya

Rendang atau randang adalah masakan daging dengan bumbu rempah yang berasal dari Minangkabau.

Dibalik Kenikmatannya, Rendang Miliki Kilas Balik Makna Budaya
TRIBUN PONTIANAK/ MAUDY ASRI GITA UTAMI
Rendang 

Dibalik Kenikmatannya, Rendang Miliki Kilas Balik Makna Budaya

PONTIANAK -  Halo sobat Tribun! Kamu penggemar rendang? Nah, pasti rendang menjadi makanan mewah dengan berbagai macam bumbu dan rasa yang sering kali kami rasakan baik itu di rumah warung makan hingga Restoran termahal. 

Rendang atau randang adalah masakan daging dengan bumbu rempah  yang berasal dari Minangkabau. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang menggunakan santan sampai kuahnya kering sama sekali. 

Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga yang tinggal hanyalah potongan daging berwarna hitam pekat. 

Baca: Resep Rendang Jamur Suwir, Menyantap Rendang dengan Sensasi Berbeda

Baca: Resep Rendang Tempe - Rasanya Tak Kalah Lezat Dengan Rendang Daging

Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan.

Pada 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama daftar World's 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) versi CNN International. Pada 2018, rendang secara resmi ditetapkan sebagai salah satu dari lima hidangan nasional Indonesia. 

Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatra Barat,yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang menggambarkan keutuhan masyarakat Minang. 

Secara simbolik, dagiang (daging sapi) melambangkan "niniak mamak" (para pemimpin suku adat), karambia (kelapa) melambangkan "cadiak pandai" (kaum Intelektual), lado (cabai) melambangkan "alim ilama" yang tegas untuk mengajarkan syariat agama, dan pemasak (bumbu) melambangkan keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Dalam tradisi Melayu, baik di Riau, Jambi, Bengkulu, Palembang, Lampung, Medan atau Semenanjung Malaysia, rendang menjadi hidangan istimewa yang dihidangkan dalam kenduri khitanan, ulang tahun pernikahan, barzanji, atau perhelatan keagamaan, seperti Idul Fitri dan Idul Qurban. (*)

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Dian Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved