Danrem 121/Abw Tutup Rangkaian Latihan Gladi Posko Kodim 1204/Sanggau

Danrem 121/Abw Brigjen TNI Bambang Trisnohadi menutup rangkaian kegiatan pelatihan gladi Posko I Kodim 1204/Sanggau di aula Makodim Sanggau

Danrem 121/Abw Tutup Rangkaian Latihan Gladi Posko Kodim 1204/Sanggau
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Danrem 121/Abw Brigjen TNI Bambang Trisnohadi 

Danrem 121/Abw Tutup Rangkaian Latihan Gladi Posko Kodim 1204/Sanggau

SANGGAU - Danrem 121/Abw Brigjen TNI Bambang Trisnohadi menutup rangkaian kegiatan pelatihan gladi Posko I Kodim 1204/Sanggau di aula Makodim Sanggau, Rabu (29/5/2019).

“Ini merupakan program kerja Korem bidang latihan, jadi kita laksanakan latihan gladi posko. Kebetulan materinya adalah penangganan bencana khususnya Karhutla, ”katanya, Rabu (29/5/2019).

Danrem menjelaskan, saat ini masih tertolong curah hujan, tetapi berdasarkan keterangan dari BMKG, tidak lama lagi kita akan terdampak elnino modret.

“Jadi puncak-puncaknya kemarau nanti bulan Juli, Agustus sampai September. Itu yang perlu kita waspadai, pengalaman kita sebelumnya cukup banyak spot-spot yang ada di wilayah Kalbar, sampai ribuan, ”ujarnya.

Baca: Tokoh Masyarakat Apresiasi Pemda Kapuas Hulu Dapat Opini WTP

Baca: FOTO: Resmi Beroperasi Pengendara Roda Dua Melintasi Duplikat Jembatan Landak

Baca: Kapuas Hulu Kembali Dapat WTP Dari BPK RI

Kita, lanjut Danrem, tidak menginginkan Kalbar nanti terdampak Karhutla yang panjang. “Antisipasinya, kegiatan ini lah salah satunya, kita laksanakan gladi posko untuk menguji kesiapan Kodim khususnya mekanisme hubungan Komandan dan Staf, ”tuturnya.

“Kita ingin melihat bagaimana Dandim menjalankan Komando dan Pengendalian. Sekaligus kerjasama dengan stakeholder kebencanaan yang ada di wilayah. Ini ada BPBD di Kabupaten dan Provinsi, ada Manggala Agni, Basarnas dan juka rekan-rekan Polri. Semuanya kita sinergis untuk menghadapi Karhutla ini, ”tambahnya.

Danrem menambahkan, beberapa hari yang lalu, saat rapat koordinasi BPBD,
rencananya Kalbar akan mendapatkan bantuan personel sebanyak 1000 prajurit dari luar Kalbar yang nantikan akan ditempatkan di Kabupaten-Kabupaten, Desa-Desa yang potensi Karhutlanya tinggi.

“Kalau berdasarkan data yang ada, 182 desa tersebar disemua Kabupaten di Kalbar. Jadi 1000 orang ini akan dibagi-bagi dalam hubungan regu, mereka akan berperan sebagai patroli, pemadaman darat, melaksanakan penyuluhan, sosialisasi dan juga edukasi terhadap masyarakat, ”ujarnya.

Selain di darat, kata Danrem, juga sudah stanbay satu helikopter dari BNPB di di Supadio dan nantinya direncanakan akan ada penambahan dua helikopter.

“Untuk mengcover Singkawang Sambas, kemudian juga di Selatan nya di Ketapang. Heli yang ada sekarang hanya di sekitar Kubu Raya, Rasau dan mungkin sampai Mempawah, ”ujarnya.

Di Kalbar inikan, lanjut Danrem, buka lahan masih dengan dibakar tradisi masyarakat disini. Jadi kita berupaya untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat.

“Memang kita upayakan tindakan pencegahanya, salah satunya dengan sosialisasi kepada masyarakat. Kita berupaya untuk sosialisasi dan penyuluhan untuk menekan sejauh mungkin pembukaan lahan dengan cara dibakar. Yang kita takutkan adalah yang tidak terkendali, kan aturannya sudah jelas itu, berapa hektare dan harus laporan dulu, harus ditunggui, ”tegasnya.

Diacara penutupan, hadir juga Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Gede Setiawan, Dandim Sintang, Pejabat Korem 121/Abw dan personel TNI lainya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved