Pilpres 2019

Soal Tudingan Kecurangan dalam Pilpres, Refly Harun Ibaratkan Speaker: Lawyer BPN Harus Paham Betul

Soal Tudingan Kecurangan dalam Pilpres, Refly Harun Ibaratkan Speaker: Lawyer BPN Harus Paham Betul

Soal Tudingan Kecurangan dalam Pilpres, Refly Harun Ibaratkan Speaker: Lawyer BPN Harus Paham Betul
Youtube TVOne
Soal Tudingan Kecurangan dalam Pilpres, Refly Harun Ibaratkan Speaker: Lawyer BPN Harus Paham Betul 

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengatakan dirinya sudah membaca semua permohonan terkait gugatan ke MK mulai 2004.

"Ibaratnya speakernya saja yang besar. Tetapi begitu dituangkan dalam tulisan, nothing, nol. Ini yang menurut saya, lawyer-lawyer BPN harus paham betul," katanya saat dimintai tanggapan mengenai kecurangan di Pilpres yang bisa jadi mendiskualifikasi pasangan calon lawan.

Refly Harun menyatakan syukur, BPN Prabowo - Sandiaga Uno akhirnya menempuh jalur legal konstitusional (mengajukan gugatan ke MK). 

Refly mengatakan, soal menang dan kalah itu soal lain. Tetapi bagaimana kita menggeser permasalahan ini dari jalan ke ruang sidang.

"Mudah-mudahan persidangan di MK nanti berjalan secara fair, terbuka, hakim-hakimnya juga betul-betul menampilkan diri sebagai negarawan, bukan orang yang partisan, sehingga nanti apapun hasilnya itu bisa diterima kedua belah pihak," katanya dikutip dari Fakta TVOne. 

Baca: Refly Harun Sampaikan Kemungkinan Prabowo - Sandiaga Uno Menang di Mahkamah Konstitusi

Baca: Kalbar 24 Jam - Mualaf di Kapuas Hulu Terima Piagam, Aksi di Polres Mempawah, hingga Kasus Audrey

Baca: Pembunuh Bayaran Intai Tokoh Nasional, Berencana Habisi 4 Pejabat dan Tokoh

Baca: Jadwal Siaran Langsung Tinju Dunia Anthony Joshua Vs Andy Ruiz Jr di TVOne, Pertaruhan Gelar Juara!

Saat ditanya mungkin tidak kalau secara kuantitatif apa yang dilaporkan BPN Prabowo - Sandi dibuktikan dengan waktu yang sebegitu ketat, Refly Harun mengatakan ada dua aspek pendekatan.

Satu kuantitatif dan yang kedua kualitatif.

"Kalau kuantitatif ini BPN harus bisa membuktikan bahwa mereka itu dikurangi, dicurangi atau ada penggelembungan suara bagi pasangan 01, sejumlah separo dari 16.957.123 suara. Artinya kira-kira ada sekitar 8,5 juta suara," kata Refly.

"Kalau dia bisa mendalilkan bahwa saya dikurangi atau di sana ada penggelembungan 8,5 juta suara setelah diakumulasikan, maka di situ kita baru bicara signifikan untuk diproses lebih lanjut dari sisi kuantitatif," jelasnya.

Tapi kalau dari permohonan saja, tidak signifikan, hanya klaim-klaim, maka bergerak pada dimensi kedua yaitu dimensi kualitatif. 

Halaman
123
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved